Showing posts with label VENOMED (INDONESIAN). Show all posts
Showing posts with label VENOMED (INDONESIAN). Show all posts

Thursday, September 19, 2013

CD REVIEWS : VENOMED 'REMOVAL'


VENOMED ‘REMOVAL’
Released by : Sulung Extreme Musick Records

Tracklist :
1. Helltro                                                     01.27
2. Victim, Supreme Brutality                           02.51
3. Worm In Throat                                        02.54
4. Pedjah Gesank                                         03.41
5. Rotting                                                   02.43
6. Jelaga Pembakaran                                   03.10
7. Jalang Murka Neraka                                 03.10
8. Raped by Snake                                       02.50
9. Blood Sucker                                           03.02
10. Suicide (Brutal Corpse cover)                   01.49

Line Up :
Pandu Mahendra – Vocals
Rizky – Guitars
Oki Haribowo – Additional Bass
Roy Agus – Drums

Akhirnya apa yang mereka nantikan selama ini telah termuntahkan juga, walaupun sempat mengalami banyaknya kendala yang harus mereka jalani namun ‘REMOVAL’ yang merupakan Debut Album Pertama mereka ini bisa terwujud juga. Debut album ini telah dirilis oleh Records dari Kota Samarinda yaitu Sulung Extreme Musick Records, yang berisikan 10 track lagu termasuk 1 Intro. Namun mereka juga telah memasukkan 3 lagu (demo 2009) ke dalam debut album ini yaitu : Rotting The Fetuses, Worm in Throat dan Suicide (Brutal Corpse cover). Tapi di Debut Album ini mereka hanya memakai judul lagu ‘Rotting’ tidak selengkap seperti yang di demo 2009....walaupun sound musiknya sama hanya beda typical vocals nya saja....entah apa alasannya, tapi dengar-dengar ada sedikit perubahaan dilirik lagunya. Venomed yang telah terbentuk ditahun 2008 ini sebelumnya juga telah memuntahkan Demo 2009 dan Unleashing The Seed Of Parricide Split 2010 (4 Way Split, Released in Thailand). Pada debut album ini mereka memakai Additional Bass yaitu Oki Haribowo yang mana dia juga merupakan member dari The Legend Band in Yogya yaitu Death Vomit. Slamming brutal death.....itulah genre yang mereka mainkan dan musick mereka is really fast, brutal and straight forward song. Sound mereka terdengar seperti adanya sentuhan dari Internal Bleeding dan Devourment namun mereka juga banyak meracik death metal riffs and pounding drums. The chugging riffs are there but these guys are more in the vein of Suffocation and the music is dark, heavy and angry. The vocals from ‘Pandu Mahendra’ are excellent death growls that are perfectly suited for the music. Skill permainan drums dari Roy Agus tidak perlu diragukan lagi dengan hyperblasting and double bass yang really sick, tempo yang lebih bervariasi dari awal sampai akhir lagu dan benar-benar sangat galak. Masuknya Oki sebagai additional bass di band ini membuat musik mereka menjadi more brutal and tight. Serta permainan gitar dari Rizky yang menampilkan fat riffs and groovy slam part are definitely what the band focus on. It’s hard to maintain the integrity and sound of a band when you only have one original member and in VENOMED’s case just the guitars has survived but i think that is not problem from him as long as he can share with others and somehow it all sound far more balanced and mature compared to the past material Demo 2009. The cover song ‘Suicide’ (Brutal Corpse cover) are much more exciting. Pada debut album ini, mereka benar-benar seperti mengarasemen ulang tapi tidak terlalu banyak perubahan yang signifikan hanya saja musiknya lebih kencang dan typical vocalnya juga berbeda. Ketika Venomed masih diperkuat oleh Benny pada posisi vocals yang mana typical vocalnya lebih cenderung ke low deep guttural dan sejak digantikan oleh Pandu Mahendra dari Brutal Corpse tentunya typical vocal menjadi lebih gahar alias death growls. So that’s the reason from them yang menjadikan debut album ini dan sound musiknya menjadi lebih fast and brutal.....tidak terlalu banyak slow parts yang biasanya dilakukan pada band-band slamming umumnya. The production sounds rather raw and unpolished, which is fine with me but still the guitars sound without any real depth and punch. And the drums tend to be a bit too high in the mix and that bury the guitars and bass. Tapi disini saya tetap menemukan bahwa album REMOVAL menjadi suatu kejutan yang menyenangkan. Overall is good, not too boring and the music diverse although the music mostly focuses on the fast and brutal also adds that extra something that make it a complete effort. So if you like brutal death with a good amount of slam and groove then i suggest you go and give REMOVAL a listen. Rating 8/10.

(Reviewed by : John Yoedi)


Thursday, February 9, 2012

"Satu Malam di Yogya": wawancara saya bersama Rizky dari VENOMED (Yogya slamming death) (Bahasa Indonesian)


Rizky VENOMED & Oki Haribowo DEATH VOMIT, Avila studio, Yogyakarta, 12 Oktober 2011

"Satu Malam di Yogya": wawancara saya bersama Rizky dari VENOMED (Yogya slamming death)
 Wawancara saya bersama Rizky dari VENOMED (Yogyakarta, Indonesia slamming death-metal)
 “Saya bukan dari Yogya; saya dari Kalimantan, Borneo. Pada tahun 1994 saya mendengar musik DEATH VOMIT dan saya ingin bertemu dengan mereka. Saya terdaftar di salah satu perguruan tinggi di Yogya agar saya bisa bertemu dengan DEATH VOMIT dan saya terkejut Roy [Agus] menjadi drummer kita juga”– Rizky dari VENOMED   
Oleh Dr Kieran James (University of Southern Queensland)
wawancara pribadi di: Yogyakarta, 12 Oktober 2011
penerjemah dan komentar extra oleh Oki dari DEATH VOMIT

Kieran James: Hi Rizky, terima kasih telah bersedia melakukan wawancara untuk buku saya Indonesian death-metal. Pertama-tama bisakah kamu menceritakan tentang formasi dan sejarah dari band?

Rizky: pada 2008 band ini terbentuk dengan empat orang – Rizky (guitar), Benny (vocals), Oyen (bass) dan Didi (drums). Formasi terbaru yaitu: Rizky (guitar), Pandu (vocals), Roy (drums), dan Roby (bass). dengan formasi terbaru tahun 2008 kami menyelesaikan tiga lagu dalam demo. Di tahun yang sama kita mempunyai sebuah split [album] dengan DEVIATED SANITY [Germany], SPLATTERED ORGASM [Thailand], and MOONFROG [Slovakia].

[KJ: sebenarnya split album Unleashing the Seed of Parricide telah dikeluarkan pada Januari 2010 oleh label METAL GUEST. VENOMED mengkontribusikan tiga lagu pertama mereka: 1. “Rotting the Fetuses”, 2. “Suicide” (BRUTAL CORPSE cover), 3. “Worm in Throat”.]

Rizky: pada akhir tahun kita akan menyelesaikan album pertama kita seperti DEATH VOMIT [KJ: maksudnya DV akan menyelesaikan album terbaru mereka pada akhir tahun 2011].

KJ: apa tujuan utamamu untuk band ini?

Rizky: tujuan utamanya adalah untuk membuat album terus-menerus. Kami bermain death-metal karena kita mencintai death-metal, kita tidak perduli pada ketenaran. Kami ingin orang-orang tau kepada musik kami dan bisa bermain di Negara lain.

Oki DEATH VOMIT: mereka mencoba hidup dengan musik ini. Itu tidak mungkin tapi tidak ada yang tidak mungkin bukan?

Rizky: saya mencoba hidup dalam lingkaran yang sama [dari scene musik metal]. Saya memiliki toko musik.

[Rizky, jika kamu masih memiliki kaos tur OBITUARY ukuran XL di toko kamu tolong sisakan untuk saya! – KJ]

KJ: selama ini dimana saja kalian pernah bermain?

Rizky: Bali, Sumatra, Bandung, pulau Kalimantan, dan hampir setiap kota di pulau Jawa.

KJ: dimanakah kamu mendapatkan penonton yang paling banyak?

Rizky: Bandung Death Fest 4 (2009).

KJ: bagaimana menurut kamu scene death-metal di Yogya?

Rizky: opini saya: tentu saja tidak seperti kamu memainkan MORBID ANGEL atau ENTOMBED, kamu harus memainkan dengan gayamu sendiri, itu alasan mengapa scene ini berbeda deangan kota-kota yang lain.

KJ: masalah apa yang terjadi disini dalam memainkan musik death-metal?

Rizky: sangat sulit memainkan death-metal di Yogya karena sulitnya mendapatkan acara. Hampir semua pemain death-metal masih belajar di perguruan tinggi. Jika sebuah universitas merayakan hari jadinya mereka akan membuat acara musik pop [atau] musik reggae. Sulit untuk death-metal bermain di acara tersebut. Jika kita ingin orang-orang mengetahui musik kita, kita harus membuat acara untuk kita sendiri. Kita tidak bisa tergantung kepada orang lain, kita harus melakukannya sendiri.

KJ: apakah DEATH VOMIT membantu band lain di Yogya?

Rizky: Saya bukan dari Yogya; saya dari Kalimantan, Borneo. Pada tahun 1994 saya mendengar musik DEATH VOMIT dan saya ingin bertemu dengan mereka. Saya terdaftar di salah satu perguruan tinggi di Yogya agar saya bisa bertemu dengan DEATH VOMIT dan saya terkejut Roy [Agus] menjadi drummer kita juga.

KJ: apakah kamu pernah ingin pergi ke Bandung untuk bergabung bersama scene disana?

Rizky: Tidak, ada sesuatu yang berbeda di Yogya tapi saya tetap menghargai Bandung. Saya akrab dengan orang-orang di scene Bandung. Scene di Yogya sangat berbeda, orang-orang tua di Yogya tidak membuat metal seperti “kamu harus seperti ini atau seperti itu”. Itu mengapa saya mencintai Yogya.

[KJ: orang tua? Orang tua? Saya pikir yang dimaksud Rizky dengan orang tua adalah yang berumur diatas 30 tahun!]

KJ: adakah pesan untuk penggemar baik yang muda atau yang tua?

Rizky: pesan untuk penggemar adalah: “nantikan VENOMED dan Jogja Corpse Grinder, kita akan memberikan sesuatu yang berbeda dari band-band yang lain”.

KJ: kita lupa bagian ini pada wawancara DEATH VOMIT yang kita lakukan malam sebelumnya jadi, Oki, pesan untuk penggemar DEATH VOMIT?

Oki: “saya harap penggemar akan menikmati agresifitas pada album baru kami!”

KJ: Ah, kamu tau Inggris adalah bahasa yang sulit, bentuk kata benda dari “aggressive” adalah “aggression” tapi yeah “aggressivity” terdengar lebih keren!

Oki: Ya, bahasa inggris jebakan.

[KJ: wawancara berakhir disini. Sekarang pukul 11 malam pada hari rabu 12 Oktober 2011 dan kita meninggalkan rumah makan dibelakang studio Avila dan masuk kedalam ruangan studio rekaman yang benar-benar terkenal di Avila dimana Oki bermain untuk Rizky dan saya, lagu terbaru dari DEATH VOMIT.]

Band contact: “Rizky Venomed” di FaceBook
[Translation oleh Popo, vokalis DEMONS DAMN.]