Showing posts with label BANDUNG BLACK METAL. Show all posts
Showing posts with label BANDUNG BLACK METAL. Show all posts

Thursday, May 10, 2012

COMMENT: "Mengapa Scene Black Metal sulit berkembang di Bandung?" Oleh: Abah Desecrator (guitarist, IMPISH, Bandung black-metal) (Bahasa Indonesian)


Oleh: Abah Desecrator (guitarist, IMPISH)
9 Mei 2012
Reproduced here with kind permission of Abah Desecrator. 
Frst published as a Facebook Note by Abah, 9 Mei 2012

Abah Desecrator, Bandung, 4 April 2012
Blackmetal, pada dasarnya kita sendiri kadang bingung mengedepankan tema dan jenis musik ini pada ranah wilayah umum, harus satanik, harus ini itu dan harus apa aja lainnya yang sebenarnya makin membuat ilfill pada masyarakat pada label jenis musik ini .Tak bisa dinafikkan bahwa musik ini memang berangkat dari dunia barat dan dari budaya barat yang notabene anti pada agama dan segala bentuk dan jenis lambang yang bersifat religi.Tapi generasi 2nd wave dari musik blackmetal di Norwegia sana memberanikan diri untuk membuat jenis musik yang bersifat pemberontakan terhadap jenis musik yang sangat trendy kala itu ,yaitu death metal dengan hasil karya sound yang low-fi, artwork yang hitam putih dan label rekaman anti-mosh ( mosh adalah urutan rilis dari Earache records yang kala itu merilis band band death metal seperti Napalm Death, Bolt Thrower, Morbid Angel dan lainnya )

Bandung,merupakan barometer musik di Indonesia dengan berbagai genre musik yang menjadi salah satu trendsetter dan tolak ukur perkembangan musik di Indonesia. Scene blackmetal juga salah satunya. Bandung dulu dihuni oleh belasan bahkan puluhan band blackmetal yang cukup diakui di belantara musik hitam kelam nusantara bahkan dunia . Namun sekarang bisa dilihat, banyak orang yang seakan akan memandang sebelah mata, memicingkan mata bahkan mungkin membuang ludah pada scene blackmetal kota kembang ini, baik saya akan analisa satu persatu kenapa scene blackmetal di kota kembang ini menjadi seperti ini,minus apresiasi dari scenester

Black Kult Class: Bobby (BC), John (BUSUK), Abah
1. Karya
Coba kita hitung , band apa saja yang telah menelurkan karya dalam bentuk full length album dalam 5 tahun terakhir ? dengan full packaging yang professional , tercatat hanya Divine Blackness saja yang menghasilkan album, dengan kemasan yang baik dan format CD, Divine Blackness menjadi raja baru dalam blantika musik Black Metal Indonesia, namun yang lainnya belum ada, belum banyak variasi musik dan karya yang bisa diapresiasi secara luas oleh scenester Tapi pertanyaan utama , apakah Divine Blackness mendapat apresiasi yang baik dari lokal EO bandung untuk tampil di acara acara mereka ? Kenyataannya mereka justru banyak tampil di acara / event di luar kota Bandung.

Jadi bagi para blackers dan para penggiat musik blackmetal di Bandung, marilah kita berkarya tapi jangan jadikan tampil di acara / event menjadi barometer kalian. Diskografi album kalianlah yang akan masuk metal-archives, metal-kingdom dll :)

2. Wawasan
Band blackmetal pasti memiliki konsep dalam berkarya dan ada alasan secara tegas bagaimana karya blackmetal tersebut menjadi pilihan cara bermusik mereka . Banyak musisi blackmetal yang secara wawasan kurang sekali , oleh karena itu mulailah kita banyak membaca,menyimak ,menonton dokumentasi2x dari musisi blackmetal, minimal kita bisa mengetahui secara baik jenis musik ini.

3.Merchandise
Abah, John, Kieran, Koko, Adi, Bobby
Banyak band dikenal dari merchandise nya, hal ini tidak dipungkiri seiring dengan roda perekonomian yang berputar maka dari sisi ini band band blackmetal bandung, kini kurang produktif dari sisi merchandise nya. Mungkin para merchandiser berpikir bahwa band blackmetal bandung kurang menjual , jadi untuk lisensi kaos atau pernak pernik lainnya band itu sendiri yang harus produktif menjual nya . Tapi hal itu memang menjadi kenyataan bagi saya pribadi di Impish, merchandise kaos Impish - legion of kvlt justru banyak dibeli oleh orang di luar bandung melalui sistem preorder ,sedangkan di bandung sendiri hanya kawan kawan blackmass dan segelintir orang yang membeli merch tersebut. Hal ini membuktikan daya jual band blackmetal di Bandung sangatlah kurang. Jadi tidaklah salah Event2x organizer tidak mengundang band band blackmetal di Bandung memang karena fanbased blackmetal di Bandung kurang banyak

4. Panggung
Kematangan sebuah band akan diukur dengan banyaknya jam terbang dalam panggung, Band menjadi lebih matang ketika mereka bisa tampil dan i menjadi tolak ukur sendiri dalam karyanya, jangan sampai sebuah band yang bagus ketika recording, namun ketika tampil dalam sebuah panggung ..jauh dari kualitas rekaman / recording nya. Begitu pun ketika sebuah influence yang menjadi jiwa dalam sebuah band akan terjiwai-i ketika band tersebut mengkover karya dan di-aransemen ulang sesuai dengan garis benang merah band tersebut. Namun apadaya bila media tersebut menjadi penghalang, banyak band blackmetal bandung memilih panggung di luar kota sebagai area untuk mematangkan diri dalam ekspresi dan karya.Tapi jangan ragu kawan, kita masih ada dan masih akan tetap ada selama hayat di kandung badan

Bandung, West Java - Metal City!
HAIL !!!

Monday, April 16, 2012

INTERVIEW: EMBRACE THE DARKNESS - My interview with Tatto Darkness (guitar) of SUNTIXMATI (black-metal, Cikampek, West Java, Indonesia) (Bahasa Indonesian)

Playing with the great IMPIETY (Singapore) on 29 April 2012, be there !!
My interview with Tatto Darkness (guitar) of SUNTIXMATI (black-metal, Cikampek, West Java, Indonesia)
By Dr Kieran James (University of Southern Queensland)
Online interview, 16 April 2012

Kieran James Question 1: pertama-tama ceritakan tentang sejarah band kalian, seperti kapan kalian mulai dan siapa saja personilnya?

SM Question 1: Di mulai dari ide Amel, Tatto & Muluy untuk membuat band yg bernafaskan lagu-lagu brisik...kemudian terbentuklah nama "SUXMA" yang kependekan dari “suntixmati”...di bentuk pada tahun 1997 Seiring dengan berjalan nya waktu musix "SUXMA (suntixmati)" pun terus berkembang, berani berexsperimen dengan cara menggabungkan beberapa unsur music...tetapi tetap dengan sentuhan "SUXMA" yang lebih bernuansa depresi, kegelapan dan emosional.

Masalah klasik di tubuh sebuah band adalah perbedaan paham antara salah satu personel dengan personel lain nya yang tidak bisa disatukan lagi. Hal ini pun terjadi didalam tubuh "SUXMA(suntixmati)" sendiri. Beberapa kali gan Beberapa kali ganti-ganti personel, sampai akhirnya terbentuk lah formasi yang sekarang ini:
-Triplesix Amel Suxma (drum and spell)
-Muluy (vocal, scream, growl)
-Tatto Darkness (electric guitar, rhythm, distortion)
-Bety Juang (keyboard sweetener)
-Kencoz Ability (death rip)

KJ2: Bagaimana perkembangan album kalian?

SM2: tahun 2000 Kami pun berhasil membuat satu buah mini album yang berisi kan 3 (tiga) buah lagu, adalah "MURKA", "TENGKORAK KOSONG", dan "MUKJIZAT DIBALIK RENCANA SUNTIXMATI". dan 2003 album ke 2 yang kami beri tema EMBRACE THE DARKNESS. yang terjual 300'an keeping

KJ3: Bagaimana menggambarkan style kalian dan band apa saja yang kamu sukai?

SM3: kami menggambarkan style kami sesuai dengan inspirasi masing-masing,yang pasti bernuansa depresi, kegelapan dan emosional. "suntixmati" terinfluece oleh band metal Seperti Cradle of Filth, Catamenia, Dimmu Borgir, Within Temptation, Nightwish.

KJ4: kamu percaya pada ideology black-metal?

SM4: Black metal ideology buat saya adalah berkarya/bekerja dalam musik metal sesuai dengan ide kita sebebas-bebas nya tanpa menentang agama dan tuhan nya.

KJ5: Apa band black-metal Indonesia yang kamu sukai?

SM5: Hellgods, Maelstorm, Ritual Orchestra.

KJ6: Apakah komunitas metal dikota kamu terdapat juga black-metal, death-metal, dll?

SM6: di kota kami cukup banyak. terbukti dengan adanya setiap event (gigs) banyak band-band blackmetal ataupun death metal asal kota kami yang perform di sana.dan banyak nya orang-orang yang menggunakan t-shirt metal beserta acsesorisnya.

KJ7: http://www.metal-archives.com/ yang membimbing saya untuk menemukan JASAD dan band metal Indo lainnya. Apakah kalian salah satu diantara page band disana?

SM7: Saya adalah salah satu member di sana, saya berbicara dan mencari tahu dan juga membahas banyak genre musik, terutama musik metal, tapi ketertarikan utama saya adalah gothic black-metal/ blackmetal/ melodic blackmetal.

KJ8: Apa rencana dan tujuan kedepan band kamu?

SM8: Sampai sekarang "suntixmati" masih mendapatkan pengaruh musik serta stage secara visual dari berbagai jenis aliran musik METAL, tapi tentunya dari karakter yang khas "suntixmati" itu sendiri.tujuan rencana kami adalah untuk menghasilkan lebih banyak karya-karya kami untuk bisa di dengarkan oleh para metalhead dunia.

KJ9: Kota mana yang kamu pikir sebagai scene black-metal terbaik dan kenapa?

SM9: Bogor dan Surabaya adalah kota yang mempunyai scene black-metal yang bagus. banyak band-band blackmetal lahir di sana. Pertumbuhan dari scene black-metal didukung oleh banyaknya event-event (gigs) yang di buat oleh EO yang juga mendukung pergerakan scene blackmetal.

KJ10: Bagaimana komentar kamu tentang TANAH KUBUR dari Cibinong? Kami juga mewawancarai vokalisnya disini

SM10: saya kurang begitu mengenal nya. http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

KJ11: I know Jamet too, Tanah Kubur, we promote his band, and Ririwa from Bogor.

SM11: Yess...we had a stage with Ririwa, Suntixmati [has played] gigs at Bogor three times

KJ12: What is your comment about Ririwa?

SM12: Yes I love it and I respect it.

KJ13: Terakhir: Ada pesan untuk para penggemar?

SM13: "DO IT YOUR SELF AND DO WHAT HAS TO BE DONE!!!!"

KJ14: Terimakasih banyak untuk wawancaranya dan saya harap bisa bertemu dengan kamu ketika saya datang ke daerah jawa.

SM15: Thanks mate, take your time, siap mister...saya sangat ingin bertemu dengan anda sir...

SM16: siap mister...saya sangat ingin bertemu dengan anda sir...kalau ada waktu datang di event kami tanggal 29 april 2012 with IMPIETY from Singapore. Thanks Kieran James


Wednesday, April 11, 2012

INTERVIEW: Until The Light Takes Us: IMPISH kembali dengan sound baru untuk album baru mereka (Bandung black-metal) (Bahasa Indonesian)

Wawancara saya bersama Abah Desecrator dari IMPISH (Bandung, Indonesia black-metal)
“pada salah satu festival black-metal kita melakukan pertunjukan pada awal December, 15 dari 20 band diantaranya DIMMU dan CRADLE...situasi yang sangat membosankan!!” – Abah Desecrator dari IMPISH
Oleh Dr Kieran James (University of Southern Queensland)
Wawancara Email, 21 December 2011
Translation oleh Popo (vokalis, DEMONS DAMN)
IMPISH adalah: Sigit Abaddon (vocal), Sabach Blashryk "Impisher'' (guitar/bass), Abah "Desecrator" Supriyanto (guitar), Ari Bathory, Rian Yans Blasphemy (drums)

Kieran James: Hi, kawan. Terimakasih telah menyempatkan untuk melakukan wawancara bersama website kita www.busukwebzine666.blogspot.com. Awalnya kita (saya dan John Yoedi) hanya melakukan wawancara dengan band death-metal tapi kita ingin berpindah pada black-metal. Dan inilah pertanyaannya:

KJ: pertama-tama ceritakan tentang sejarah band kalian, seperti kapan kalian mulai dan siapa saja personilnya?

Abah Desecrator dari IMPISH: Hail Dr. Kieran, terima kasih banyak untuk kesempatan mewawancarai kami, saya Abah Desecrator, guitarist dari band ini, bergabung dengan IMPISH pada pertengahan tahun 2011, setelah saya berhenti dari HELLGODS. Sejarah dari band ini berawal pada tahun 1996 dengan formasi Eno/Yono, AW dan Deni, mereka memilih nama IMPISH, karena IMPISH mempunyai arti evil-ish dan devil-ish (*bisa diartikan jahat/bengis/kejam) [KJ: nama yang sempurna untuk band BM!]. tapi band tersendat pada tahun 2000, dan kembali aktif pada tahun 2011 ketika drummer Riyan Blasphemy memutuskan untuk reuni dengan band meski telah mempunyai personil baru.

Sekarang IMPISH adalah:
Sigit Abaddon (vocal) (ex-HAZE)
Sabach Blashryk “Impisher” (guitar/bass) (ex-UNSEEN DARKNESS)
Abah “Desecrator” Supriyanto (guitar) (ex-CRUSADE, NEUROTIC OF GODS, HELLGODS, MAELSTROM)
Ari Bathory (ex-HELLGODS)
Rian Yans Blasphemy (drums) (ex-BETON, BLACKJACK)
Discography kami sejauh ini:
“The Shadows in the Fullmoon” Single 1999 (featured on Blacker than Darkness Vol.2 kompilasi)
Thy Wrath of Fire EP 2011
“Gerbang Kehancuran” Single 2011
 Pesta Rakyat Hitam Kegelapan Split 2011
The Myst EP 2011
IMPISH masuk dalam kompilasi:
 - Blacker than Darkness Vol.2
 - Evilil Demiom pt.2 - Asian Black Metal kompilasi
- And Metal for All
- Underlist pt.3
 - Lintas Hitam pt.1
- Sajajar Sa perjuangan

Desecrator, John (BUSUK), Koko, Adi, Bobby (B. CORPSE), 4 Apr 12 
KJ: Bagaimana perkembangan album kalian?

Abah: Sekarang kita sedang mengerjakan album pertama kita, masih belum punya nama, dan kita masih dalam proses menyelesaikan lirik dan komposisi musik. Lagu-lagu baru kita sangat berbeda sekali dengan lagu-lagu kita sebelumnya seperti “Gerbang Kehancuran” dan “Legion ov Kvlt” dengan lebih banyak mendekati langsung kepada MARDUK (lama) struktur lagu lebih mendekati band-band yang menginspirasi kita seperti MARDUK (lama) dan BELPHEGOR. Tapi lirik mengandung hubungan perang spiritual dan bercerita tentang pertanyaan manusia terhadap keberadaan Tuhan dan perang melawan spiritual kehidupan yang tidak pantas. Contohnya lagu “The Night of Dark Ravenous Heart” bercerita tentang kejahatan yang tinggal bersama setiap pria dan sebagainya...

KJ: Bagaimana menggambarkan style kalian dan band apa saja yang kamu sukai?

Abah: Style kita bernama Warkvlt Black Metal, kita menamai itu karena mempunyai makna tema dasar kita yaitu tentang perang, perang didalam spiritual, dan perang kuno seperti yang kita ceritakan dalam lirik “Legion ov Kvlt” lirik. “Kvlt” karena kita ingin memberikan sisi lain dari black metal. Seperti yang kamu tau bahwa di Indonesia banyak terdapat musisi black metal dan para penggemar hanya mengetahui dua band sebagai pengaruh utama mereka: DIMMU BORGIR dan CRADLE OF FILTH. pada salah satu festival black-metal kita melakukan pertunjukan pada awal December, 15 dari 20 band diantaranya DIMMU dan CRADLE...situasi yang sangat membosankan!! Jadi dalam segi musik pengaruh utama kita sekarang adalah MARDUK dan BELPHEGOR, tapi kami ingin membuat musik kami lebih terarah dan simple seperti ULVER pada album Natten Madrigal.

KJ: kamu percaya pada ideology black-metal?

Abah: Black metal ideology buat saya seperti musisi yang mengekspresikan perlawanan sesuatu yang trendi pada musik metal. Saya mengakui dua dari dua EP yang telah kita rekam mempunyai kualitas sound yang kurang baik hanya untuk menunjukan "here’s the black metal spirit(ini adalah semangat black-metal)" seperti pada MAYHEM – Deathcrush (No Core -No Care -No Mosh -No Trends) dan DARKTHRONE – A Blaze ... penulisan musik yang simpel, kvlt sound dan kadang orang tidak mendapatkan black metal itu seperti apa. Untuk saya black metal adalah ekspresi yang lain seperti yang dilakukan Euronymous pada Deathcrush dan dalam lingkaran norwegia tidak ada yang satanis, ini apa yang Varg [Vikernes] katakan dalam Until The Light Takes Us, dan banyak catatan kecil dalam buku Lord of Chaos.

KJ: Apa band black-metal Indonesia yang kamu sukai?

Abah: HELLGODS (Bandung), SACRELIGIOUS (Bandung), SANTHET (Malang), RITUAL ORCHESTRA (Malang), MAKAM (Solo), BVRTAN (Svkatani).

KJ: Apakah komunitas metal dikota kamu terdapat juga  black-metal, death-metal, dll?

 Abah: Pada dasarnya scene metal di bandung cukup baik, banyak sekali orang disini yang menyukai musik metal, dan hampir seperti trend menggunakan kaos metal, dan aksesorisnya. Sulit untuk dikatakan tapi di Bandung tampaknya black-metal tidak diterima seperti layaknya death-metal, kurang menjual seperti death-metal karena tidak banyak orang yang benjadi black-metal. Itu yang membuat kurang ter-expos dan jarang ada peluang untuk bermain pada gigs/pertunjukan. Saya pernah bersama HELLGODS, salah satu band black metal terbaik Indonesia. Dalam satu tahun dapat dihitung hanya satu kali bermain di Bandung, maksimal dua pertunjukan, kamu bisa bandingkan dengan banyaknya band-band death metal. Dalam satu tahun mereka bisa main dalam banyak pertunjukan di Bandung. Tidak masalah untuk kami bila tidak bermain dalam satu gigs, jadi kita dapat lebih fokus untuk menyelesaikan pengerjaan debut album kita sekarang.

Desecrator in his Bandung home, 4 Apr 12
KJ: http://www.metal-archives.com/ yang membimbing saya untuk menemukan JASAD dan band metal Indo lainnya. Apakah kalian salah satu diantara page band disana?

Abah: Saya adalah salah satu member dari forum tersebut, saya berbicara dan membahas banyak genre musik, tapi ketertarikan utama saya adalah black-metal, dan ya saya memperoleh banyak sambutan dari scene black-metal Indonesia dan yang lainnya, tapi saya merasa agak malu karena band black-metal Indonesia tidak sebagus band-band death-metal Indonesia, dalam konsep musik, tema, sound, lirik, dan lainnya.

KJ:  Apa rencana dan tujuan kedepan band kamu?

Abah: Di IMPISH sebenarnya kami ingin memainkan black-metal yang simple, seperti pada black-metal lama [old-school], tidak menggunakan keyboards sebagai tambahan symponi, tidak terlalu banyak bagian melodi, hanya komposisi yang simple dan lebih kepada menonjolkan lirik.

KJ: Kota mana yang kamu pikir sebagai scene black-metal terbaik dan kenapa?

Abah: Surabaya adalah scene black-metal yang terkenal jahat di Indonesia, banyak band bagus dari sana seperti DRY, PEJAH, dan THIRSTY BLOOD dan tentu saja fans yang besar. Pertumbuhan dan pergerakan dari scene black-metal didukung oleh banyaknya pertunjukan regular, yang dibuat oleh event organizer yang pikirannya terbuka seperti Trendy Bangsat, Under Terror dan lainnya. Banyak band black-metal dihargai disana; berbeda diBandung kami tidak banyak mendapat dukungan dan perhatian dari event organizer lokal disini karena slogan kami: “Black-metal has no crowd”. Bogor juga kota yang mempunyai scene black-metal yang bagus, sayangnya black-metal dan pergerakan scene metal disana didukung oleh seseorang yang ingin menjadi wali kota.

Bobby, John & Desecrator, Bandung interview, 4 Apr 12
KJ: Bagaimana komentar kamu tentang TANAH KUBUR dari Cibinong? Kami juga mewawancarai vokalisnya disini.

Abah: Oh saya tau Jamet [TANAH KUBUR], saya sangat menghormati dia, seseorang yang baik yang ada di scene black-metal dan dia adalah vokalis yang bagus.

KJ: Terakhir: Ada pesan untuk para penggemar?

Abah: “Be trve and stay dark!!!”

KJ: Terimakasih banyak untuk wawancaranya dan saya harap bisa bertemu dengan kamu ketika saya datang ke daerah jawa.

Abah: Baik pak...OK sir...sampai ketemu di Bandung atau festival metal di Jawa. :)

KJ: Abah juga memberikan rekomendasi tentang band Indo black-metal : FALLENLIGHT salah satu dari band OSBM (old-school black-metal)...mereka terinspirasi oleh DARKTHRONE, seperti BVRTAN. NOSFERATU yang terinspirasi oleh LIMBONIC ART.

Thursday, February 9, 2012

INTERVIEW: My interview with VICTORIAN (Ujung Berung, Bandung, Indonesia gothic/symphonic metal, female vox) (English Language/ Bahasa Inggris)

I have heard this band and what they are doing is something very special, great muscianship, wonderful female vox,  and strong gothic atmosphere, this band proves Bandung metal is a varied scene indeed
My interview with Dadi, Eful and Jati of VICTORIAN (Ujung Berung, Bandung symphonic metal, female vox)
By Kieran James
Email Interview, 8 January 2012

Kieran James: First tell us the band history, like when you start and who are the members?

Victorian: Victorian formed in Bandung Indonesia on 1 January 2008, after each of its personnel decided to leave the band and form Victorian. With male vocalist as their first year concept, Victorian tried to build their existence as an acknowledged band by performing in some events held by some community in Bandung. In the second year, some members decided to quit the band and the remaining member’s college activity had caused Victorian’s dead faint from 2009 until the beginning of the year 2010. In the middle of 2010, Victorian rebuilt their existence as an intact band with female vocalist as their new concept. With the existence of a different character, their concept underwent some changes that made their songs realized.

Current Members: Agus Jati – Drums (2008 – present), Dadi – Guitars (2008 – present), Eful – Bass / Growl (2008 – present).

Live Members: Puspallia – Vocals, Teni – Vocals, Emon – Drums (a person that will [switch with] Jati’s position if he can’t [play]).

Studio Members: Puspallia – Vocals, Dice – Keyboards.

KJ: I heard your songs, it is very interesting, I'm an old school metal fan, I would call your style dark power-metal with death and clean female vox. Your music is very atmospheric and powerful. What style do you call it?

V: Actually, we don’t play power metal. Music that we play is symphonic gothic metal/symphonic metal. Yes, we admit that gothic has a lot of variation/subgenres, but we only play gothic genre with classical music, soprano/semi seriosa vocal in it, sometimes with middle tempo such as our first single, “Beginning of Sorrow” and sometimes with fast tempo and mix with power metal style such as our second single “Weak”.

KJ: How is progress for your demo or album?

V: We have released two “free to be shared” demo singles while working on some recordings for other songs. In the near future we’re planning on releasing an EP.

KJ: Why you like to play this type of music?

V: We like a lot of music genres such as rock, classic rock, modern metal, old-school metal, and we also like classical music,  pop, etc. We like passionate songs but we also like those which are dark, gloomy, romantic, atmospheric, etc. And we think the symphonic and gothic metal are genres that have wide ranges which can represent themes that we like.

KJ: I’m very interested to hear the answer to this question, what are your main music influences?

V: For us, playing gothic music doesn’t mean that we should be inspired by other gothic bands. We just try to [induce] effect by giving everything to our music. All genres are our influences. But the biggest influence is classical music particularly in baroque era such as Antonio Vivaldi, Bach, etc, and also romanticism era such as Beethoven, Liszt, Chopin, Rachmaninoff, Stravinsky, etc. Beside that, symphonic power metal/symphonic gothic metal such as Rhapsody of Fire, Epica, Moi Dix Mois, etc, also affected us. We also like movie soundtrack songs such as OST.Angel and Demon, Pirate and the Carribean, etc, and also game soundtrack such as Final Fantasy, Castlevania, etc.

KJ: I know Bandung is huge Death Metal City with Jasad and Bleeding Corpse and Turbidity and Jihad and many great bands. However, some Yogya musicians say their scene is more diverse due to bands such as Cranial etc. Do you see yourself as part of the Bandung death scene and do you hope to make the scene more diverse?

V: Yes, definitely Bandung has so many death metal bands. We try to give something different so that Bandung has different kind of scene and we hope we can be accepted in every kind of metal scene.

KJ: What are your goals and plans for the band?

V: Our target is for having a lot of albums, and we hope that we can have a tour concert in every part of the world ..LOL *hahaha

KJ: What jobs do you have outside of metal?

V: Our job besides playing music..hmmm..We do businesses such as mobile top-up seller, a bank worker and also a university student.

KJ: Are you into power-metal at all? I love Mystic Prophecy, HammerFall, Helloween, Gamma Ray, Ronnie Dio RIP era Rainbow and Sabbath, etc. Was dark power-metal an influence lyrically and/or musically?

V: In terms of music, we have a lot of affections [for] power metal bands such as Rhapsody of Fire, Derdian, Fairyland, Kamelot, etc.

KJ: What are your lyrics about and do you have an interest in Victorian England? I'm a student of Jack the Ripper murders [Whitechapel, East London, 1888 during Queen Victoria's reign]. If you want to do a Ripper concept album I can help.

V: In terms of lyrics, they dont have any connection with Victorian England. In our lyrics, we lift up themes such as religions, sorrow, sadness, romanticism, etc. But we are planning to try to make songs arrangements from classical music composer such as Schubert, as many of  those compositions were addressed to Queen Victoria [KJ: unlike the Sex Pistols who addressed themselves to Queen Elizabeth hehehe]. We hope so.

KJ: One last question: Sometmes I ask questions not for my personal interest [embarrassed look], what is the female vocalist name and is she single?

V: Her name is Puspa. And she is single.



Thursday, January 5, 2012

INTERVIEW: Until The Light Takes Us: IMPISH returns with new sound for new album (Bandung black-metal)

IMPISH: Bandung black-metal warriors return with new sound, full-length album coming soon
My interview with Abah Desecrator (guitarist) of IMPISH (Bandung, Indonesia black-metal)
“Once in the black-metal festival we did the show in early December, 15 of 20 bands are DIMMU and CRADLE based...what a boring situation!!” – Abah Desecrator of IMPISH
By Dr Kieran James (University of Southern Queensland)
Email Interview, 21 December 2011
IMPISH is: Sigit Abaddon (vocal), Sabach Blashryk "Impisher'' (guitar/bass), Abah "Desecrator" Supriyanto (guitar), Ari Bathory, Rian Yans Blasphemy (drums)
Kieran James: Hi, mate. Thanks very much for agree to do interview with our website www.busukwebzine666.blogspot.com. First we (me and John Yoedi) just interview death-metal bands but we want to move into black-metal. These are the questions:

KJ: First tell us the band history, like when you start and who are the members?

Ahab Desecrator of IMPISH: Hail Dr. Kieran, many thanks for the chance to interview us, I’m Abah Desecrator, guitarist of the band, joined IMPISH in mid 2011, after I quit HELLGODS. The band history so far begun in 1996 formed by Eno/Yono, AW and Deni, they chose the name IMPISH, because IMPISH is meant to be evil-ish and devil-ish [KJ: perfect name for BM band!]. But the band was put on hold in 2000, and resumed activity in 2011 when drummer Riyan Blasphemy decided to reunite with the band [along] with new members.
Now in IMPISH are:
Sigit Abaddon (vocal) (ex-HAZE)
Sabach Blashryk “Impisher” (guitar/bass) (ex-UNSEEN DARKNESS)
Abah “Desecrator” Supriyanto (guitar) (ex-CRUSADE, NEUROTIC OF GODS, HELLGODS, MAELSTROM)
Ari Bathory (ex-HELLGODS)
Rian Yans Blasphemy (drums) (ex-BETON, BLACKJACK)
Our Current Discography so far:
“The Shadows in the Fullmoon” Single 1999 (featured on Blacker than Darkness Vol.2 compilation)
Thy Wrath of Fire EP 2011
“Gerbang Kehancuran” Single 2011
 Pesta Rakyat Hitam Kegelapan Split 2011
The Myst EP 2011
IMPISH is featured on compilations:
 - Blacker than Darkness Vol.2
 - Evilil Demiom pt.2 - Asian Black Metal compilation
- And Metal for All
- Underlist pt.3
 - Lintas Hitam pt.1
- Sajajar Sa perjuangan

Abah, John & Kieran (BUSUK), Koko, Adi, Bobby (B. CORPSE)
KJ: How is progress for your full-length album?

Abah: Currently we’re working on [our] first album, still un-named, and we are in progress to finish some lyrics and musical compositions. Our new songs [are] totally different from our previous songs like “Gerbang Kehancuran” and “Legion ov Kvlt” [with] more direct approach [for] song structure, [as we are] influenced by MARDUK (old) and BELPHEGOR. But the lyrics contain internal spiritual war and tell about humanity questioning the existence of God and war against spiritual life beneath. For example [the] song “The Night of Dark Ravenous Heart” tells about evil which dwells within every man and so on...

KJ: How to describe your style and what bands do you like?

Abah: Our style named Warkvlt Black Metal, We named it because Warkvlt means our themes basically [which are] all about War, internal spiritual war, and ancient war as told by “Legion ov Kvlt” lyrics. “Kvlt” because we want to give the other side of black metal. As you know in Indonesia many black-metal musicians and fans only know just two bands as their main influences: DIMMU BORGIR and CRADLE OF FILTH. Once in the black-metal festival we did the show in early December, 15 of 20 bands [are] DIMMU and CRADLE based...what a boring situation!! So musically our main influences now [are] MARDUK and BELPHEGOR, but we want to make our music more direct and simple like ULVER did in Natten Madrigal album.

KJ: Do you believe in the black-metal ideology?

Abah: Black metal ideology for me as a musician is a rebellious expression against so-called trendism in metal music. I admit two [of] our EPs were recorded [with] very bad sound quality just to express "here’s the black metal spirit" as in MAYHEM – Deathcrush (No Core -No Care -No Mosh -No Trends) and DARKTHRONE – A Blaze ... simple songwriting, kvlt sound and sometime people just don’t get it what is black-metal.
For me black-metal is just another expression for what Euronymous did in Deathcrush and none of Norwegian Inner Circle is a Satanist, this is what Varg [Vikernes] said in Until The Light Takes Us, and many liner notes on Lord of Chaos book.

KJ: What are your favourite Indonesian black-metal bands?

Abah: HELLGODS (Bandung), SACRELIGIOUS (Bandung), SANTHET (Malang), RITUAL ORCHESTRA (Malang), MAKAM (Solo), BVRTAN (Svkatani).

KJ: What is the metal scene like in your city including black-metal, death-metal, etc?

Abah: In general [the] metal scene in Bandung is quite good, so many people are into metal, and it [has] become [a] lifestyle wearing metal shirts, and the accessories. [It is] hard to say but in Bandung [it] seems to me [that] black-metal is not accepted as [widely] as death-metal, not as sell out as death-metal because not many people are into black-metal. So it [suffers from] lack of exposure and lack of chances for playing in gigs/shows. I was in HELLGODS, one of best Indonesian black-metal bands. In one year you can count on just one gig played in Bandung, maximum just two shows, you can compare to many death-metal bands. In one year they can play many shows in Bandung.
For us it doesn’t matter but bands are not noted they played in some gigs, but [it is] in their discography, so our aim and focus is to complete our debut album right now.

Abah at home in Bandung, 4 Apr 12
KJ: It was http://www.metal-archives.com/ that allowed me first to know about JASAD and other Indo metal. Did you anyone from overseas contact you through your band page there?

Abah: I am also member of the forum, I talked and discussed about many music genres, but my main interest is in black-metal, and yes I gained many contacts regarding the Indonesian black-metal scene and so on, but I’m rather ashamed because Indonesian black-metal bands [are] not as good as Indonesian death-metal bands, in their musical concepts, theme, sound, lyrics, etc.

KJ:  What are your plans and goals for the band?

Abah: In IMPISH actually we just want to play simple black-metal, like the old days [i.e. old-school] black-metal, not using additional symphonic keyboards, not too many melodious patterns, just simple musical composition and more straightforward lyrics.

KJ: What city in Indo do you think has the best black-metal scene and why?

Abah: Surabaya is the most notorious black-metal scene in Indonesia, many great bands [are] there named DRY, PEJAH, and THIRSTY BLOOD and also many great fans. The growth and movement of the black-metal scene there [is] supported by many regular shows, organized by event organizers that have open minds like Trendy Bangsat, Under Terror and so on. So many black-metal bands gained [deep] respect there; it’s different [from] Bandung because we don’t gain much respect and attention from local event organizers because of the slogan: “Black-metal has no crowd”. Bogor also is a good city for black-metal, but sadly black-metal and metal scene movement here is supported by someone who wants to be Mayor.

Bobby (B. CORPSE), John (BUSUK), Abah, 4 Apr 12
KJ: What is your comment about TANAH KUBUR from Cibinong? We interview the singer of that band here too.

Abah: Oh I know Jamet [TANAH KUBUR], I do have [deep] respect [for] him, one of [the] nice people in black-metal scene and he’s a talented vocalist.

KJ: Last one: Any message or word for your fans?
Abah: “Be trve and stay dark!!!”
KJ: Thanks very much for the interview and I hope to meet you next time I go to Java.
Abah: Baik pak ... OK sir ...see u in Bandung or metal fest in Java. :)
KJ: Abah also gave me recommendations for the following Indo black-metal bands: FALLENLIGHT is one of OSBM band (old-school black-metal)...their influence mainly DARKTHRONE based, like BVRTAN. NOSFERATU is influenced by LIMBONIC ART.