Showing posts with label EXTREME SOULS PRODUCTION. Show all posts
Showing posts with label EXTREME SOULS PRODUCTION. Show all posts

Thursday, August 15, 2013

CD REVIEW - DEMONS DAMN - "Retaliation" (ESP)



DEMONS DAMN ‘RETALIATION’ CD

RELEASED BY EXTREME SOULS PRODUCTION, 2013

1. Nu Waras Nu Ngelehan
2. Traitors
3. Gemulai Samar Perkasa
4. Menggenggam Dendam
5. Evil Inside
6. Puas Terinjak
7. Puncak Muak
8. Eksepsi Diam
9. Neraka yang ku ciptakan

CD album terbaru dari DEMONS DAMN (Brutal Death Metal dari Bandung) yang diberi title 'RETALIATION' yang berisikan 9 track yang siap menghancurkan gendang telinga kalian semua. Vocal guttural dari beauty chick 'Popo' memberi warna tersendiri dalam album terbaru Demons Damn ini. Dan untuk pengisian drums juga masih diperkuat oleh Abaz dengan blasting grindingnya yang tidak perlu diragukan lagi kedahsyatannya serta technical riffing guitar yang membuat album ini mempunyai nilai tersendiri dan patut dikoleksi oleh para pencinta musik death metal khususnya untuk kalian yang fans berat dengan Origin, Cerebral Bore dan Inveracity. Pada album ini MAN-JASAD dan BOBBY-HYDRO berkolaborasi untuk penulisan lirik lagu ‘Nu Waras Nu Ngelehan’, ‘Menggenggam Dendam’ dan ‘Eksepsi Diam’. Di album ini mereka juga memperkenalkan logo terbaru serta pengerjaan artwork pada album terbaru ini sangatlah brilian dan benar-benar sick yang mana telah mewakili seluruh lirik lagu mereka. Album perdana ini juga di support oleh Permatha Pathah Records (Malaysia) dan Busuk Webzine (Australia-Indonesia). Well.....Saya sangat merekomendasikan kepada kalian untuk segera mendapatkan album terbaru dari Demons Damn ini.....so what are you waiting for !!! (8/10)

(Reviewed by John Yoedi)

Myspace: www.myspace.com/demonsfuckindamn
Twitter: @demonsdamn
Reverbnation: DemonsDamn


CD REVIEW - JASAD - "Rebirth of Jatisunda" (ESP)


Jasad - Rebirth Of Jatisunda
Extreme Souls Productions CD 2013

01 Pasukan Karuhun 03:11 
02 Nagara Ragana Naraga 03:52 
03 Fearless 05:03 
04 Cengkram Garuda 04:41 
05 Re-Diamaton 02:02 
06 Kujang Rompang 05:14 
07 Siliwangi 03:38 
08 Rebirth of Jatisunda 03:49 
09 Sunyaruri 04:52 
10 Precious Moment to Die 04:12
 

Man - Vocals
Yuli - Bass
Abaz - Drums
Ferly - Guitars


Sepertinya ada yang menjadi banyak sekali pertanyaan dalam Benak Gw sebagai salah satu pengagum album Full pertama " Witness of Perfect Torture " dari salah satu God Father Death Metal terbesar di Scene Indonesia ini. perjalanan musikalitas memang lumrah terjadi pada sebuah band pada setiap transisi dan peradaban generasi yang ada menuntut setiap band harus juga mengikuti arus pikiran yang ada demi sebuah eksistensi. selain itu gw masih sangat mengagumi kedasyatan band ini era Ep pertama " C'est La Vie " tahun 1996, sebagai sebuah masterpiece dasyat awal kebangkitan industri Musik Independen era 90-an, dengan sengatan permainan death/Grind yang memiliki " Art " bermusik maksimal, Jasad telah sanggup membuat Argumen tersendiri hingga menjadi salah satu Veteran death/Grind Pioner digenre-nya. formasi pun berubah dengan keluarnya Vokalis Yadi Behom dan Gitaris Yayat, yang gw anggap memlilik Karakter Jasad Awal banget, kemudian masuklah Ferly setelah dirinya keluar dari formasi Forgotten dan masuknya Man dari Injected Sufferage telah memberi sentuhan yang fresh saat Jasad melepas full album pertama spektakuler " Witness of Perfect Torture " dengan permainan Teknikal Brutal Death Metal menjadi salah satu sentra Trend Musik era Millenium sehingga banyak mempengaruhi generasi selanjutnya, namun kemudian berubah lumayan drastis memasuki album ke-2 " Annihilate the Enemy ", Jasad lebih mulai menanggalkan gaya Teknikal-nya menjadi lebih Hyperblasting elemen bermusiknya dan menjadi Pengaruh yang cukup besar untuk generasi selanjutnya lagi. dan kembali formasi berubah dengan dikeluarkannya Drummer Orisinil Band ini, Danny yang kemudian digantikan oleh Drummer Muda berbakat Abaz dari band Undergod dan sekarang eksis bersama Ferly pula di Side Project Kaluman ! bagi gw semakin mengubah konsep musik Jasad sebelumnya. perjalanan panjang dan alot memang menjadi perjuangan tersendiri Jasad menjaga eksistensinya walau harus banyak mengalami perubahan struktur musik yang begitu mendasar, walau masih terdengar Liar dan Brutal, bagi gw seperti ada yang " Hilang " dari Karakteristik Jasad itu sendiri. mungkin secara keseluruhan Materi album ini lebih mendekati konsepsional albumKe-2 " Annihilate the Enemy ", namun album baru ini jelas gw rasakan " Monoton " nya... (????.ed ), bahkan terlalu banyak mengulang yang sudah ada kesannya. sebelum Album ini dilepas, 2 lagu disini terlebih dahulu dirilis oleh Sevared Records dalam format Promo Demo Tahun 2011 dan kemudian ditahun 2013 full album ke-3 ini berhasil dilepas oleh Label Gaek yang Comeback again to Exist, Extreme Soul Production yang menyuguhkan 10 fresh Track with Grinding Dominated ! dengan imej yang lebih Nasionalisme, Jasad lebih banyak mengenalkan Budaya Asli Indonesia khususnya Etnis Sunda dalam penulisan Lagunya. dimulai pertama kali dengan " Pasukan Karuhun " diawali dengan sebuah Intro yang cukup mistis aromanya selama 50 detik, kemudian hentakan mantap Drumming yang megah memulai hentakan headbang dengan beat Standard bergaya Old School Death Metal banget dan selanjutnya menjadi Bagian yang paling mendominasi adalah twin pedal yang rapat, seperti ini menjadi sebuah Foreplay Track untuk memaksimalkan power performance berikutnya, coz track ini lebih dalam versi Instrumental Opening aja. " Nagara Ragana Naraga " barulah siksaan sebenarnya berlanjut dengan gempuran mematikan Hyperblasting Snare yang menjadi Part mendominasi. Ketukan Snare dan twin Pedal yang rapat cukup powerfully walau bagi gw kurang banyak melakukan permainan yang nakal dan lincah, sehingga kesannya terlalu konsen pada satu karakter saja, " Hyperblast Grinding Snare Attacking ", untuk Sounding Gitaris Ferly bagi gw masih tetap mengagumkan dengan karakter Kuatnya sejak dirinya bergabung di Jasad tetap terjaga dan semakin mengerikan, apalagi Deep Guttural Gurgling Man masih tetap menjadi Icon Penting Nafas Jasad ! komposisi musiknya gw tangkap beberapa sentuhan Old School Death Metal In The Vein Embalmer, Monstrosity hinggaMalevolent Creation. komposisi musiknya memang terdengar simple dan mudah dicerna, sehingga mungkin ga terlalu banyak memberikan Kejutan tersendiri, sekali lagi masih gw sorot dan tekankan permainan drummer Abaz kurang dapat memberikan Improvisasi Skill permainan Drum yang Lebih Liar Jika Gw bandingkan dengan Drummer Danny. " Fearless ", part2 awalnya bagi gw terdengar membosankan seperti kerap melakukan pengulangan yang ada, padahal Gitaris Ferly kerap menciptakan struktur Riffing yang sadis loh ! " Cengkram Garuda ", semakin lebih cepat menggerinda sejak part awal meledak ! kemudian ini nih nice Track " Re-Diamaton " menjadi Part ke-2 dari Track " Diamaton " dari album pertama " Witness of Perfect Torture " menjadi Track yang paling memiliki struktur musik berbeda dari track lainnya dialbum baru ini seperti hal selanjutnya " Kujang Rompang " lebih menawarkan feel musik yang berbeda lagi, Crushing and Damnation song !! karakteristik materi album ini semakin lama gw rasakan seperti mengingatkan juga akan kedasyatan debut pertama Decrepit Birth Era " ...and Time Begins ", dengan siksaan Hyperblaster ( Lumayan ) cepat menggerinda ! Just sheer sudden terror, in medias res, like waking up from a deep dreamless sleep to a raging anxiety attack in your intestines, the fluids hammering in your head, finding yourself struggling to catch a breath and hearing a tornado roaring outside your window, the glass buckling and bending inward, trees crashing and falling to the scorched ground, and then greeted with the view of every member of your family, young and old, crazed, possessed, at each other's throats, screaming and ripping and tearing. meskipun Drummer Abaz kurang melakukan Gaya yang atraktif, namun gw yakin Intensitas album ini tetap terjaga kadar Brutality-nya ! The drastic formula is set: from Tim Yeung, blistering, Gatling gun snare hits, constant, rolling double bass, lightspeed swirling fills, a storm of clashing cymbals; then palm-muted percussive riffing in white noise avalanches of bewildering melodic fragments, isolated riffs, and riff segments that blow past your ears so quickly you spend half of the listening time trying to remember what you just heard. " Kujang Rompang " memang sedikit mengobati kerinduan dasyatnya era album " Witness of Perfect Torture " banget nih ! sayang kemudian Monoton type kembali terjadi pada track " Siliwangi ", tapi tetap terbayarkan oleh " Rebirth of Jatisunda " yang karakteristiknya lebih menendang ! seperti halnya track pamungkas " Precious Moment to Die ". are constantly seeking to go beyond language, even beyond the musical language and system of signs/symbols that death metal has created over the past decade to express and/or capture the kinds of emotions that they are putting forth here. Ultimately the best seducer and convincer is just the music itself, without excuses [as I said above], without introductions or appeasements or attempts at placing this monster of an album within descriptive brackets, labels, or judgements. memang bagi gw pribadi, album baru Jasad ini banyak meninggalkan Pertanyaan2 yang begitu mengganggu ingatan gw akan dasyatnya Jasad era " Witness of Perfect Torture " serta " Annihilate the Enemy ", kalau " Rebirth Of Jatisunda " seperti kurang memberikan Banyak Surprise atau performance Jasad yang menendang, selain kesan materi yang begitu dipaksakan. meskipun begitu kualitas sounding Jasad masih keren begitu kita nikmati kadar intensitasnya, The music falls short of evoking any sort of true menace or evil atmosphere ! Imagine that if it were repeated about a million times, accelerated and decelerated and then layered across numerous tracks and tempos, and you've got a fair approximation of the range of these concise tunes. That'd actually be fine if there was a riff or two worth a damn in each. Artwork Kover yang menarik tersedia dalam 2 versi, untuk versi ke-2nya pada Mei 2013 akan dirilis oleh Sevared Records. Sure, it certainly sounds more modern, resembling the newer style of grindcore-influenced brutal death that was popularized at the turn of the millennium, but the music itself seems to go nowhere that has not been tread before by Suffocation or other bands. Ok Fans Grinding Fascinated Fast Hyperblaster?? this Is Really For You !

(Original published by Herry SIC of Lost In Chaos and used with permission)



Wednesday, March 20, 2013

NEWS: ESP accepting pre-orders for new albums JASAD, JIHAD, DEMONS DAMN

JIHAD - legends of Ujungbronx
DEMONS DAMN
JASAD

Pre-Order Now !!!!

JIHAD 'ORIGIN OF THE REBELS ANGELS' [25.03.2013]
JASAD 'REBIRTH OF JATISUNDA' [27.03.2013]
DEMONS DAMN 'RETALIATION' [Middle April 2013]
...
For Waco killer 'f***ing' head !!!

orders/Info:
081 3221 55 666 [call only !!!]

Wednesday, July 18, 2012

NEWS: BUSUK WEBZINE sponsors new split album DISINFECTED / MOTORDEATH (EXTREME SOULS PRODUCTION)

From MD Motordeath:

"Hello james, how are you? Please check MOTORDEATH atwww.reverbnation.com/motordeath 

These song taken from spilt album motordeath & disinfected. Will release on july 2012. Soon....thank a lot. See u bro..."


BUSUK WEBZINE is very proud to sponsor new split album by DISINFECTED / MOTORDEATH, two of the great and legendary bands of Bandung death metal. Congratulations to Iwan (Extreme Souls Production) for releasing this split and accepting our sponsorship. The split will be released in July. Some songs are available at the Reverbnation link.


Kieran James (BUSUK WEBZINE), Amenk (vocalist, DISINFECTED), 1 April 2012. This was the show cancelled by police 1 April 2012.
PARTNERS IN CRIME: John Yoedi (BUSUK WEBZINE), Kieran James (BUSUK WEBZINE), Iwan D (ESP), Bobby Rock (vocalist, BLEEDING CORPSE), Bandung, 2 April 2012. This was the night BUSUK agreed to sponsor the DISINFECTED / MOTORDEATH split album.

Sunday, March 18, 2012

INTERVIEW: Wawancara dengan Iwan ‘Extreme Souls Production/ESP’ (Bandung – Indonesia) (Bahasa Indonesian)

-->
‘Extreme Souls Productions’ yang biasa disebut ESP ini telah didirikan pada tahun 1996 dan bermarkas di Bandung – Jawa Barat. ‘Iwan’ sang pemilik label ini telah bertahun-tahun menjalankannya tanpa patah semangat.Di samping itu ESP telah banyak melakukan rilisan dari band-band Indonesia dan juga dari Mancanegara. Selain merilis bands album, ESP juga mempunyai beberapa rilisan kompilasi dan salah satunya yang seperti kita pernah dengar yaitu Brutally Sickness. Kompilasi yang memuat banyak band-band tersadis.
Baiklah tidak usah terlalu banyak basa-basi. Saat ini Iwan ESP telah memberikan dan meluangkan waktunya untuk menjawab beberapa pertanyaan dari Saya. Silahkan kalian simak hasil wawancara kami kali ini…….
John Yoedi : Hi Iwan, Apakhabar ? Terima kasih atas waktunya untuk melakukan interview dengan Busuk Webzine. Kieran James (Australia) dan Saya bekerjasama serta berbagi untuk blog ini.
Iwan ESP  : Alhamdulillah...sampai saat ini baik-baik terus dan semoga untuk selamanya...sama-sama boss yang ganteng-ganteng.
JY : Pertama-tama, Bisakah kamu ceritakan bagaimana kamu memulai bisnis music ini ? Ide apa yang pertama kali muncul dibenak mu ketika itu ?
Iwan ESP : Awalnya dari sering-sering mendengar musick underground dan lama kelamaan menjadi cinta dan sayang [hehehe]. Mulai berpikir untuk berbisnis karena saya melihat pada saat itu musick underground di Indonesia mulai banyak band-band yang bagus dan berpotensi untuk maju. Dan saat itu saya melihat mereka perlu suatu media promosi [Harus di ingat saat itu media komunikasi belum ada yang namanya e-mail,internet] . Maka saya berpikir apa salahnya saya mencoba untuk merelease band-band mereka. Maka mulailah sekitar tahun 1996 EXTREME SOULS PRODUCTION berdiri.
JY : Pada tahun berapa tepatnya Extreme Souls Production ini didirikan ? Dan masih ingatkah kamu, dengan band yang pertama kali Kamu rilis ?
Iwan ESP : EXTREME SOULS PRODUCTION mulai berkibar tahun 1996. Band yang direlease pertama saat itu SADISTIS [belum pakai label ESP], NAKED TRUTH dan BRUTALLY SICKNESS tangan buntung [???]
JY : Selama bertahun-tahun mengurusi ESP , Aspek apa yang paling sulit didalam kamu menjalankan sebuah label/record ini ?
Iwan ESP : Sejujurnya saya menjalankan label ESP secara pribadi tak ada masalah atau penyesalan malah merasa enjoy & menikmati setiap releasan yang di buat sampai saat ini. Yang menjadi masalah di segi dana aja..[barangkali ada yg berminat to meminjamkan si 'dana'? ..hehehe]
JY : Bagaimana biasanya kamu menemukan band-band yang ingin kamu rilis ? Apakah kamu melakukan kontak dengan mereka atau band-band tersebut yang menghubungi mu ?
Iwan ESP : Pada dasarnya setiap ESP merelease..sayanya harus suka kepada musicknya...untuk kontaknya ada yang saya hubungi dan ada juga yang bandsnya menghubungi.
JY : Menurut saya pribadi, tidaklah mudah untuk bisa menerima atau menyetujui sebuah band yang ingin dirilis atau melakukan deal ke sebuah label/record. Adakah kriteria tertentu dari setiap band yang ingin kamu rilis ?
Iwan ESP : Pertama materi lagunya minimal yang pribadi saya suka...keseriusan dari personil bandsnya [jangan sampai ketika bandnya beres release album lalu bubar], kami tidak melihat harus band lama atau barunya. Suatu kepuasan tidak ada taranya ketika band yang ESP release jadi maju di kemudian hari.
JY : Saya yakin, banyak band-band yang telah mengirimkan demo/promo paket ke ESP untuk dirilis. Dan juga untuk melakukan hal itu, butuh waktu berhari-hari atau berjam-jam untuk mendengarkan demo/promo dari mereka. Apakah kamu melakukan hal ini sendirian atau dibantu oleh seorang teman yang benar-benar paham akan segi / kwalitas sound ?
Iwan ESP : Untuk mendengarkan atau memilih band yang akan direlease..secara pribadi yang memilihnya saya sendiri & dibantu untuk masukannya oleh Man'Jasad'.
JY : Kira-kira sudah ada berapa album bands yang ESP rilis sampai sekarang ini ? Dan bisa nggak kamu ceritakan sedikit, dari banyaknya rilisan yang pernah kamu lakukan sejauh ini, Band apa yang penjualan Cassette/Cd –nya yang paling cepat sold out dipasaran ?
Iwan ESP : Releasan ESP dari awal berdiri sampai sekarang sekitar 90an [official release+licenced release].....Penjualan yang paling bagus pada saat jaman nya cassette seperti Siksa Kubur,Forgotten,Disinfected,Geboren,Extreme Decay dan lain-lain [cd pada saat itu belum ada].
JY : Apakah ESP hanya tertarik untuk merilis album bands dari genre Brutal Death / Slam Death Metal ? Bagaimana dengan Genre yang lainnya ?
Iwan ESP : Nah ini suatu kesalahan yang menyebut bahwa ESP cuma merelase  bands Death metal. Coba lihat kebelakangnya, releasan ESP ada gothic,black metalnya juga. ESP dari pertama berdiri berniat untuk memajukan musick underground di Indonesia tapi gak asal-asalan juga kaliiii [ESP dedicated for EXTREME MUSICK !!!]
JY : Seperti yang saya lihat kebanyakan rilisan-rilisan ESP sekarang ini berasal dari Kota Bandung atau West Java, seperti Turbidity, Plasmoptysis, Brain Ass, Opium, etc.  Apakah ESP hanya melakukan deal dengan band-band dari kota Bandung /West Java saja ?
Iwan ESP : Waduhh..sekali lagi saya tekankan ESP berdiri untuk kemajuan bands Indonesia. Kita terbuka untuk bands dari mana saja. Kalau ada band dari luar Bandung yang ingin kerja sama dan memiliki musick kwalitas yang bagus..kenapa tidak [kami tidak ingin asal merelease band..musick bagus, kwalitas bagus, bandsnya bagus pasti kami mau. Oh ya bosss ada sedikit ralat. band BRAIN ASS bukan berasal dari Bandung, mereka berasal dari Jawa Tengah tepatnya kota Cepu. (Oh sorry for that brader hahaha…. Ed)
JY : Pernah nggak ESP melakukan deal dengan band-band luar negeri, seperti band-band dari Spanyol, Australia,Philippines and etc ?
Iwan ESP : ESP pernah merelease Brodequin, Lividity, Malignancy, Soils Of Fate, Avulsed,Disgorge (Mexico) dan lain lain.
JY : Untuk masalah pendistribusian, Apakah kamu menjalankannya sendiri atau Adakah distro/metal shop yang lainnya untuk melakukan kerjasama dengan ESP dalam hal pendistribusian ini ?
Iwan ESP : Pendistribusian ESP disebar di Indonesia dengan bekerja sama dengan distro-distro yang ada dan beberapa pendistribusian dengan beberapa label luar.
JY : Seperti yang kita ketahui , Internet adalah merupakan suatu fasilitas yang sangat mutakhir pada jaman sekarang ini. Dan kita juga bisa melihat banyaknya ‘free download album bands dari abjad A-Z’ yang terdapat di situs internet / blogspot. Bagaimana tanggapan mu akan adanya hal ini ? Apakah hal ini memberikan dampak yang sangat negative untuk sebuah label/record atau ?
Iwan ESP : Secara jujur yaa…maka saya pribadi sangat salut dan bangga untuk label-label yang masih bertahan berdiri diatas produk bajakan dan free download [??] yang merajalela di mana-mana.
JY : Apa sih ‘the highest points or best memories’ selama kamu menjalankan Extreme Souls Production ini ?
Iwan ESP : Hmmm..melihat bands ESP yang menjadi besar dan terus berkarya.
JY : Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah saya sempat mendengar jika ESP sempat mengalami musibah alias kebangkrutan. Apakah hal itu benar ? Dan apa yang memotivasi kamu untuk bangkit kembali dan menjalankan Extreme Souls Production ini ?
Iwan ESP : Bisa dikatakan iya...kami mengalami kesulitan keuangan dan ada sesuatu masalah yang tidak bisa di katakan di sini. Saya sempat mebuka counter  handphone beberapa tahun tapi hati kecil saya tidak bisa di pungkiri ..saya cinta mati alias ‘love death’ ke musick underground. Walaupun selangkah demi selangkah untuk bangkit tapi saya tidak akan mundur.
JY : Saya tahu, banyak sekali Metal Fest yang berlangsung di kota Bandung serta band-band yang tampil sangat luar biasa. Dan saya yakin jika Kamu sering melihat secara langsung performance mereka. Adakah band-band new comer dari kota Bandung yang menurutmu sangat antusias untuk rilisan kedepannya nanti ?
Iwan ESP : Ohhh..pasti ada [dari luar Bandung juga ada..]..lihat aja for next release.
JY : Just a side question nih bro, Bagaimana menurutmu tentang Busuk Webzine ?
Iwan ESP : Sangat positif sekali..Busuk Webzine bisa memberikan berita-berita / info untuk para metalhead [apalagi kalau ada dalam bentuk majalahnya..makin bahayaaaa]. ( hahahaha thanks brader….Ed)
JY : Bagaimana menurutmu tentang kemajuan band-band metal di Indonesia saat ini ?  
Iwan ESP : 100% salut sakaligus bangga..Di Indonesia ternyata banyak bands bagus yang tidak kalah oleh bands luar negeri.
JY : Terima kasih telah mendukung Busuk webzine serta atas waktunya untuk menjawab pertanyaan dari saya. Sukses selalu untuk Extreme Souls Production. Dan sebelum menutup wawancara ini, Adakah pesan-pesan terakhir untuk para pembaca busuk webzine ?
Iwan ESP : Aminnnnnnnnnnnn.... to para metal head & band di Indonesia jangan takut to maju dan berkarya..saya yakin kalian bisa !!
Untuk informasi tentang ESP label/record ini bisa kalian kunjungi di linknya yaitu :  

(Diwawancarai oleh John Yoedi, 8 Maret 2012)