Showing posts with label JASAD (INDONESIAN). Show all posts
Showing posts with label JASAD (INDONESIAN). Show all posts

Thursday, June 12, 2014

PICTURE GALLERY: Yuli Jasad (Bandung Death Metal)

Aris From Mojokerto (left), Aris' son (centre), and Yuli, bassist of Jasad (right). Yuli is the quiet guy in Jasad and he can be very funny at times such as when his message to fans in Jasad interview for Busuk Webzine was "love your Mom". He has been an important member of Jasad for a long time (since 1990 in fact). Yuli appeared on the albums Witness of Perfect Torture (2001), Annihilate the Enemy (2005), and Rebirth of Jatisunda (2013). On one of the old CDs I believe he is listed as "John" but I guess this name never caught on.
The old Jasad. Left to Right: Dani ("Papap") (drums), Man (vocals), Yuli (bass), and Ferly (guitar) @ Papap's house, Ujungbronx, 26 February 2011.
Yuli rehearsing in Papap's house, 26 February 2011
Ferly (Jasad & Kaluman), Abaz (Undergod, Kaluman & Jasad), and Popo (Demons Damn) fooling around @ Extend Studio, Ujungbronx, October 2011
The new Jasad. Left to Right: Ferly (guitar), Jack Frost (Busuk Webzine), Abaz (drums) & Yuli (bass) @ Extend Studio, Ujungbronx, October 2011. Man was busy this night and was not present at Extend Studio.
JASAD live in MOJOKERTO BODY CONTACT #8 8 JUNI 14 (thanks to Arise Cavalera for this picture)

Thursday, August 15, 2013

CD REVIEW - JASAD - "Rebirth of Jatisunda" (ESP)


Jasad - Rebirth Of Jatisunda
Extreme Souls Productions CD 2013

01 Pasukan Karuhun 03:11 
02 Nagara Ragana Naraga 03:52 
03 Fearless 05:03 
04 Cengkram Garuda 04:41 
05 Re-Diamaton 02:02 
06 Kujang Rompang 05:14 
07 Siliwangi 03:38 
08 Rebirth of Jatisunda 03:49 
09 Sunyaruri 04:52 
10 Precious Moment to Die 04:12
 

Man - Vocals
Yuli - Bass
Abaz - Drums
Ferly - Guitars


Sepertinya ada yang menjadi banyak sekali pertanyaan dalam Benak Gw sebagai salah satu pengagum album Full pertama " Witness of Perfect Torture " dari salah satu God Father Death Metal terbesar di Scene Indonesia ini. perjalanan musikalitas memang lumrah terjadi pada sebuah band pada setiap transisi dan peradaban generasi yang ada menuntut setiap band harus juga mengikuti arus pikiran yang ada demi sebuah eksistensi. selain itu gw masih sangat mengagumi kedasyatan band ini era Ep pertama " C'est La Vie " tahun 1996, sebagai sebuah masterpiece dasyat awal kebangkitan industri Musik Independen era 90-an, dengan sengatan permainan death/Grind yang memiliki " Art " bermusik maksimal, Jasad telah sanggup membuat Argumen tersendiri hingga menjadi salah satu Veteran death/Grind Pioner digenre-nya. formasi pun berubah dengan keluarnya Vokalis Yadi Behom dan Gitaris Yayat, yang gw anggap memlilik Karakter Jasad Awal banget, kemudian masuklah Ferly setelah dirinya keluar dari formasi Forgotten dan masuknya Man dari Injected Sufferage telah memberi sentuhan yang fresh saat Jasad melepas full album pertama spektakuler " Witness of Perfect Torture " dengan permainan Teknikal Brutal Death Metal menjadi salah satu sentra Trend Musik era Millenium sehingga banyak mempengaruhi generasi selanjutnya, namun kemudian berubah lumayan drastis memasuki album ke-2 " Annihilate the Enemy ", Jasad lebih mulai menanggalkan gaya Teknikal-nya menjadi lebih Hyperblasting elemen bermusiknya dan menjadi Pengaruh yang cukup besar untuk generasi selanjutnya lagi. dan kembali formasi berubah dengan dikeluarkannya Drummer Orisinil Band ini, Danny yang kemudian digantikan oleh Drummer Muda berbakat Abaz dari band Undergod dan sekarang eksis bersama Ferly pula di Side Project Kaluman ! bagi gw semakin mengubah konsep musik Jasad sebelumnya. perjalanan panjang dan alot memang menjadi perjuangan tersendiri Jasad menjaga eksistensinya walau harus banyak mengalami perubahan struktur musik yang begitu mendasar, walau masih terdengar Liar dan Brutal, bagi gw seperti ada yang " Hilang " dari Karakteristik Jasad itu sendiri. mungkin secara keseluruhan Materi album ini lebih mendekati konsepsional albumKe-2 " Annihilate the Enemy ", namun album baru ini jelas gw rasakan " Monoton " nya... (????.ed ), bahkan terlalu banyak mengulang yang sudah ada kesannya. sebelum Album ini dilepas, 2 lagu disini terlebih dahulu dirilis oleh Sevared Records dalam format Promo Demo Tahun 2011 dan kemudian ditahun 2013 full album ke-3 ini berhasil dilepas oleh Label Gaek yang Comeback again to Exist, Extreme Soul Production yang menyuguhkan 10 fresh Track with Grinding Dominated ! dengan imej yang lebih Nasionalisme, Jasad lebih banyak mengenalkan Budaya Asli Indonesia khususnya Etnis Sunda dalam penulisan Lagunya. dimulai pertama kali dengan " Pasukan Karuhun " diawali dengan sebuah Intro yang cukup mistis aromanya selama 50 detik, kemudian hentakan mantap Drumming yang megah memulai hentakan headbang dengan beat Standard bergaya Old School Death Metal banget dan selanjutnya menjadi Bagian yang paling mendominasi adalah twin pedal yang rapat, seperti ini menjadi sebuah Foreplay Track untuk memaksimalkan power performance berikutnya, coz track ini lebih dalam versi Instrumental Opening aja. " Nagara Ragana Naraga " barulah siksaan sebenarnya berlanjut dengan gempuran mematikan Hyperblasting Snare yang menjadi Part mendominasi. Ketukan Snare dan twin Pedal yang rapat cukup powerfully walau bagi gw kurang banyak melakukan permainan yang nakal dan lincah, sehingga kesannya terlalu konsen pada satu karakter saja, " Hyperblast Grinding Snare Attacking ", untuk Sounding Gitaris Ferly bagi gw masih tetap mengagumkan dengan karakter Kuatnya sejak dirinya bergabung di Jasad tetap terjaga dan semakin mengerikan, apalagi Deep Guttural Gurgling Man masih tetap menjadi Icon Penting Nafas Jasad ! komposisi musiknya gw tangkap beberapa sentuhan Old School Death Metal In The Vein Embalmer, Monstrosity hinggaMalevolent Creation. komposisi musiknya memang terdengar simple dan mudah dicerna, sehingga mungkin ga terlalu banyak memberikan Kejutan tersendiri, sekali lagi masih gw sorot dan tekankan permainan drummer Abaz kurang dapat memberikan Improvisasi Skill permainan Drum yang Lebih Liar Jika Gw bandingkan dengan Drummer Danny. " Fearless ", part2 awalnya bagi gw terdengar membosankan seperti kerap melakukan pengulangan yang ada, padahal Gitaris Ferly kerap menciptakan struktur Riffing yang sadis loh ! " Cengkram Garuda ", semakin lebih cepat menggerinda sejak part awal meledak ! kemudian ini nih nice Track " Re-Diamaton " menjadi Part ke-2 dari Track " Diamaton " dari album pertama " Witness of Perfect Torture " menjadi Track yang paling memiliki struktur musik berbeda dari track lainnya dialbum baru ini seperti hal selanjutnya " Kujang Rompang " lebih menawarkan feel musik yang berbeda lagi, Crushing and Damnation song !! karakteristik materi album ini semakin lama gw rasakan seperti mengingatkan juga akan kedasyatan debut pertama Decrepit Birth Era " ...and Time Begins ", dengan siksaan Hyperblaster ( Lumayan ) cepat menggerinda ! Just sheer sudden terror, in medias res, like waking up from a deep dreamless sleep to a raging anxiety attack in your intestines, the fluids hammering in your head, finding yourself struggling to catch a breath and hearing a tornado roaring outside your window, the glass buckling and bending inward, trees crashing and falling to the scorched ground, and then greeted with the view of every member of your family, young and old, crazed, possessed, at each other's throats, screaming and ripping and tearing. meskipun Drummer Abaz kurang melakukan Gaya yang atraktif, namun gw yakin Intensitas album ini tetap terjaga kadar Brutality-nya ! The drastic formula is set: from Tim Yeung, blistering, Gatling gun snare hits, constant, rolling double bass, lightspeed swirling fills, a storm of clashing cymbals; then palm-muted percussive riffing in white noise avalanches of bewildering melodic fragments, isolated riffs, and riff segments that blow past your ears so quickly you spend half of the listening time trying to remember what you just heard. " Kujang Rompang " memang sedikit mengobati kerinduan dasyatnya era album " Witness of Perfect Torture " banget nih ! sayang kemudian Monoton type kembali terjadi pada track " Siliwangi ", tapi tetap terbayarkan oleh " Rebirth of Jatisunda " yang karakteristiknya lebih menendang ! seperti halnya track pamungkas " Precious Moment to Die ". are constantly seeking to go beyond language, even beyond the musical language and system of signs/symbols that death metal has created over the past decade to express and/or capture the kinds of emotions that they are putting forth here. Ultimately the best seducer and convincer is just the music itself, without excuses [as I said above], without introductions or appeasements or attempts at placing this monster of an album within descriptive brackets, labels, or judgements. memang bagi gw pribadi, album baru Jasad ini banyak meninggalkan Pertanyaan2 yang begitu mengganggu ingatan gw akan dasyatnya Jasad era " Witness of Perfect Torture " serta " Annihilate the Enemy ", kalau " Rebirth Of Jatisunda " seperti kurang memberikan Banyak Surprise atau performance Jasad yang menendang, selain kesan materi yang begitu dipaksakan. meskipun begitu kualitas sounding Jasad masih keren begitu kita nikmati kadar intensitasnya, The music falls short of evoking any sort of true menace or evil atmosphere ! Imagine that if it were repeated about a million times, accelerated and decelerated and then layered across numerous tracks and tempos, and you've got a fair approximation of the range of these concise tunes. That'd actually be fine if there was a riff or two worth a damn in each. Artwork Kover yang menarik tersedia dalam 2 versi, untuk versi ke-2nya pada Mei 2013 akan dirilis oleh Sevared Records. Sure, it certainly sounds more modern, resembling the newer style of grindcore-influenced brutal death that was popularized at the turn of the millennium, but the music itself seems to go nowhere that has not been tread before by Suffocation or other bands. Ok Fans Grinding Fascinated Fast Hyperblaster?? this Is Really For You !

(Original published by Herry SIC of Lost In Chaos and used with permission)



Wednesday, March 20, 2013

NEWS: ESP accepting pre-orders for new albums JASAD, JIHAD, DEMONS DAMN

JIHAD - legends of Ujungbronx
DEMONS DAMN
JASAD

Pre-Order Now !!!!

JIHAD 'ORIGIN OF THE REBELS ANGELS' [25.03.2013]
JASAD 'REBIRTH OF JATISUNDA' [27.03.2013]
DEMONS DAMN 'RETALIATION' [Middle April 2013]
...
For Waco killer 'f***ing' head !!!

orders/Info:
081 3221 55 666 [call only !!!]

Wednesday, July 11, 2012

INTERVIEW FROM EXTEND STUDIO, UJUNG BRONX: Ferly talks about brutal new JASAD album (Bandung, Indonesia brutal death-metal) (Bahasa Indonesian)



John Yoedi (BUSUK WEBZINE) dan Ferly (guitar, JASAD), EXTEND MUSIC STUDIO, UJUNG BERUNG, BANDUNG, 4 APRIL 2012
 Wawancara kami bersama Ferly (guitar) dari JASAD (Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia brutal death-metal)
Oleh Dr Kieran James (BUSUK WEBZINE/ University of Southern Queensland) dan John Yoedi (BUSUK WEBZINE)
Wawancara: 4 April 2012 EXTEND MUSIC STUDIOS, Jl Neglamanah no. 21, Ujung Berung 40617, Bandung, Indonesia
Penerjemah dan Pemberi komentar: Popo, vocalist DEMONS DAMN
Komentar Tambahan: Casper (Manager BLEEDING CORPSE dan TURBIDITY) dan Bob Rock (vocalist, BLEEDING CORPSE)
JASAD : Man (vocals), Ferly (guitars), Yuli (bass), dan Abaz (drums)

Bobby (BLEEDING), Popo (DEMONS DAMN), Ferly, John
Kieran James: Hi kawan-ku, Ferly,. Senang bertembu lagi dan tolong ceritakan kepada kami tentang album JASAD yang baru...

Ferly JASAD: Album yang baru akan lebih agresif, keras, dan lebih crushing dari yang sebelumnya.

[KJ Note: Pada saat kita melakukan wawancara, 4 April 2012, semua dari sepuluh track sudah direkam kecuali vokal Man.]

KJ: Bahasa apa yang digunakan untuk Liriknya?

Ferly: Lirik-lirik lagunya campur antara Sunda, Indonesia, dan Inggris

KJ: Apakah semua lagu-lagunya menceritakan budaya sunda?

Ferly: Kebanyakan dari lagu-lagunya mempunyai hubungan dengan budaya Sunda.

KJ: Pengalaman apa yang kalian dapatkan bekerja  dengan Abaz drummer baru?

Ferly: Dia mengerjakannya dengan sangat cepat ketika saya memintanya untuk melakukan sesuatu yang berbeda

KJ: Apakah abaz memberi masukan dalam proses penulisan lagu?

Ferly: Ya, 20%.

Abaz (JASAD / UNDERGOD), Ferly, John
KJ: Siapa yang mempunyai ide memperbanyak blast-beats?

Ferly: Saya dan Abaz.

[Kami mendengarkan materi album baru tanpa vokal]

KJ: Saya menyukainya.

KJ: Apa opini kamu tentang materi album baru JASAD?

Casper (Manager BLEEDING CORPSE & TURBIDITY): Gila!

John Yoedi (BUSUK WEBZINE): Empat jempol!

Popo (Expert Comment): Saya belum mendengarnya.

KJ: Ferly, mungkin kamu harus memutarkan beberapa lagu untuknya. Popo, dengarkan!

Popo (Expert Comment): Saya rasa ada sesuatu yang berbeda dengan gitarnya.

KJ: Album Yang ini sangat jelas, sangat lembut...

Ferly: Yeah.

Popo (Expert Comment): lebih Groovy.  Ada harmoni antara gitar dengan drum.

Bandung Death Metal City - I miss you!
KJ: riffs-nya sangat old-school.

Ferly: Old-school...

Bob Rock (BLEEDING CORPSE): Brutal!

John: fans JASAD harus punya album ini!

KJ: Tentu saja. Mereka sudah menunggu cukup lama.

KJ: Seperti DEATH VOMIT – sangat disiplin, terencana, bermetode...

Bobby Rock: Nendang! Seperti meninju ke telinga!

KJ: Adakah band yang menjadi pengaruh spesial pada album ini?

Ferly: Pengaruh musik masih tetap SUFFO.

John: SUFFOCATION...

KJ:  Sudahkah kamu mendengar video baru CANNIBAL CORPSE “Encased in Concrete”?

Ferly: Belum.

KJ: Apa reaksi para fans kepada lagu-lagu baru?

Ferly: mungkin para pendengar akan memberikan komentar setelah kami me-release album. Mereka biasanya tidak memberikan komentar pada lagu-lagu yang kita mainkan ketika diatas panggung tapi lebih ke penampilan kita. Mereka tidak tau detil tentang lagu-lagunya. Saya harap mereka akan menyukainya.

Ferly & John hear new album
KJ: Bagaimana perasaan mu ketika melihat anak sekolah menggunakan kaos JASAD?

Ferly: Keren!

John: Berapa lagu yang kamu rekam untuk album?

Ferly: Kami berencana merekam sepuluh lagu dan merekam lagu tambahan.

John: Apa judul untuk album baru?

Ferly: Rebirth of Jati Sunda.

John: Judulnya diambil dari judul lagu?

Ferly: Ya.

John: Bagaimana kamu membandingkan album baru dengan album sebelumnya album Annihilate?

Ferly: Pada album baru ini lebih terencana. Saya membuat bagan lagu-lagu dengan sangat hati-hati karena saya memberikan banyak pemikiran dan perencanaan.

John: Apakah musiknya lebih tehnikal dan cepat dibanding album sebelumnya?

Ferly: Ya karena Abaz masih muda dan dia mempunyai lebih banyak tenaga dibandingkan Papap.

KJ: Kamu memberitau saya sebelumnya [wawancara 24 Februari 2011 JASAD] bahwa cover album-nya bergambar empat orang personil sebagai monster yang menghadap pada bangunan pemerintah. Apakah itu design cover yang sudah final?
AFerly, EXTEND STUDIO, UJUNG BRONX

Ferly: Ya.

John: Siapa yang membuat gambarnya?

Ferly: Marco Hasmann.

KJ: Apakah ada vokalis tamu pada album ini?

Ferly: Kami belum punya rencana untuk itu.

KJ: Mungkin semenjak Dada meninggalkan Turbidity dia bisa menjadi guest vocal?

Ferly: Mungkin saya akan mengaturnya (tersenyum).

KJ: Sepertinya Dada mempunyai banyak fans...

Ferly: Yeah.

John: Dari mana kamu mendapatkan inspirasi untuk album? Menurut saya perpaduan abtara SUFFOCATION dan DEEDS OF FLESH. Apakah kamu setuju?

Ferly: dengan SUFFOCATION saya setuju tapi terlalu jauh jika disebut seperti DEEDS...

KJ: Jadi kamu tidak merasa jika ada pengaruh DEEDS OF FLESH influences?

Ferly: Tidak ada pengaruh.

Bobby (BLEEDING CORPSE) & Abaz
John: Berapa lama persiapan untuk album baru?

Ferly: Satu tahun. Cukup lama karena terlalu banyak jadwal tour.

KJ: Bagaimana pendapatmu tentang lagu-lagu barunya BLEEDING CORPSE?

Ferly: Saya belum pernah mendengar nya.

John: Apa pendapat mu tentang Daniel bergabung dengan BLEEDING CORPSE?

Ferly: Jika saya melihat BLEEDING CORPSE setelah Daniel bergabung, saya berharap musiknya akan lebih nendang dan lebih keras. Dan tentu saja lebih dewasa.

John: Dengan label mana kalian merelease album baru?

Ferly: SEVARED RECORDS [USA].

KJ: Sudahkah SEVARED mendengarkan rekaman barunya?

Ferly: Tidak, belum. Saya berencana memberikan sampel satu track kepada label setelah selesai dimixing dan mastering.

KJ: Apa yang kamu rencanakan untuk merekam track tambahan?

Ferly: Track tambahan akan kami simpan untuk digunakan nanti sebagai track bonus.  Mungkin akan mengajak guest vocal Levi (ex-DISGORGE dari California).

Dimas (DEMONS DAMN) & Abaz
John: masih membicarakan tentang album baru, apakah akan bisa didapatkan di Indonesia dan siapa yang akan menanganinya disini?

Ferly: Kami JASAD yang akan menanganinya di Indonesia.

KJ: Siapa drummer terbaik, Abaz atau Roy Agus DEATH VOMIT?

Ferly: Jika kamu menanyakan pada saya maka saya akan memilih Abaz. Jika kamu bertanya kepada teman-teman DEATH VOMIT mereka akan memilih Roy.

KJ: Jawaban bagus!

Ferly: Ya.

KJ: Adakah perubahan vocal pada style Man dibanding dengan album sebelumnya?

Ferly: Lebih Jelas.

KJ: Menurut saya itu akan cocok.

KJ: Ketika proses mixing akankah vocal lebih keras atau lebih pelan?

Ferly: Seimbang.

KJ: Saya rasa vokalnya harus lebih keras untuk menyeimbangkan dengan suara sound drum. Atau akankah Abaz membuat album sendiri (Ferly tertawa)...

John: Saya tau band mu terbentuk sudah lama. Adakah rencana untuk membuat DVD live?

Bobby & John, Ujung Bronx as Darkness Descends
KJ: Ya karena hal tersebut terlewatkan dalam karir dan discography JASAD...

Ferly: Saya ingin merekan DVD live nanti tapi saya tidak tau kapan.

KJ: Saya rasa kamu harus merekamnya didepan crowd di Bandung.

John: Adakah rencana kedepan untuk split album dan siapa yang akan kamu pilih untuk melakukan split?

Ferly: Saya mau melakukannya tapi saya tidak tau rencana mereka. Saya akan senang bila melakukan split dengan DISGORGE (USA). 

John: Bagaimana pendapatmu tentang Eric Lindmark (guitarist) dan Derek Boyer (bassist) dari DEEDS OF FLESH bergabung bersama DISGORGE?

Ferly: Selama Diego bersama DISGORGE tidak ada masalah untuk saya.

KJ: Abah Desecrator dari IMPISH mengatakan sulitnya mendapatkan gigs di Bandung karena adanya diskriminasi terhadap band-band black-metal. Abah tidak mengatakan “diskriminasi” tapi artinya hampir kearah sana. Apa pendapatmu mengenai itu?

Ferly: Saya rasa itu salah. Saya rasa tidak ada diskriminasi terhadap komunitas black-metal.

KJ: Maukah kamu menentang batasan gendre dan melakukan split album dengan IMPISH?

Ferly: Ya, kenapa tidak (tersenyum).

Kieran (BUSUK), Robbie Gaspar (PERSIB BANDUNG FC), John
KJ: Apa pendapatmu tentang BUSUK WEBZINE?

Ferly: Keren...Kalian pekerja keras! Setiap hari saya membaca BUSUK WEBZINE.

KJ: Bagaimana menurutmu tentang pemainan bass Yuli dalam album ini?

Ferly: Dia bisa mengikuti apa yang saya mau.

KJ: Adakah kerjasama yang baik sekarang antara Yuli dan Abaz?

Ferly: Ya tentu saja.

KJ: OK, bukan pertanyaan serius...jika fan JASAD berumur 15 tahun bisa membeli CD JASAD atau rokok, yang mana yang akan dia beli?

Ferly: Membeli rokok!

John: Dengan bonus CD JASAD!

KJ: OK, selesai. Terima kasih banyak Ferly dan kami harap album baru akan sukses besar!

Thursday, January 19, 2012

INTERVIEW: Interview dengan JASAD (Bandung, brutal death-metal Indonesia dan pejuang budaya Sunda) (Bahasa Indonesian)


THE NEW JASAD: Ferly, Kieran James, Abaz, Yuli, Ujung Berung, Bandung, 10 Oct 2011
Interview dengan JASAD (Bandung, brutal death-metal Indonesia dan pejuang budaya Sunda)
Oleh Dr Kieran James (University of Southern Queensland)
Interpretasi dan interview eksklusif dengan Popo (vokalis DEMONS DAMN, death-metal Bandung)
Interview berlokasi di rehearsal Jasad yang baru, Ujung Berung, Bandung, 10 Oktober 2011.
Para personil Jasad yaitu: Man (vokal), Ferly (gitar), Yuli (bass), Abaz (drums) menggantikan Papap.
Kieran James: Hai Ferly, senang bertemu dengan Anda lagi, sobat. [KJ: Man tidak bisa hadir dalam interview ini dikarenakan ia sedang menghadiri sebuah pertunjukkan kebudayaan di The Common Room di pinggiran utara Bandung]
Ferly: Hai Kieran. Anda ingin bertanya mengenai apa?
KJ: Pertama, saya ingin bertanya mengenai kecelakaan yang menimpa Papap, dan bergabungnya Abaz dalam band, serta tentang album kedua kalian.
Ferly: Saya dapat bercerita mengenai Papap terlebih dulu. Dia mengalami luka yang cukup parah akibat kecelakaan motor berat pada bulan Mei. Alasan utama kami harus menghentikan aktifitas Papap dalam band, adalah karena masa pengobatannya. Dia kehilangan pendengaran dan butuh waktu yang cukup lama untuk pulih. Sebenarnya setelah Papap menikah, dia merasa tugasnya sebagai drummer sebagai tambahan saja. Untuk pertama kalinya kami menggunakan Abaz di Jakarta Death Fest.
KJ: Mengapa Anda memilih Abaz? Apakah Anda mengadakan audisi atau Anda yang telah mengincarnya?
Ferly: Alasan yang pertama kami memilih dia adalah karena dia teman kami. Alasan yang kedua yaitu karena dia dapat bermain dengan baik. Dia menyukai olah raga dan tidak merokok. [KJ: Hampir semua para personil band metal merokok, saya membuat lelucon bahwa rokok adalah “jari keenam” mereka]
KJ: Abaz, bagaimana perasaan Anda bermain bersama Jasad?
Abaz: Bangga!
KJ: Apakah Anda masih bermain Undergod?
Abaz: Ya
Ferly: Kami mengatur waktu agar Abaz dapat bermain untuk dua band, namun kebanyakan dia bermain bersama Undergod.
Popo: Jika band bermain di kota atau tempat berbeda, mereka akan mengatur…..
Yuli: Jadwalnya.
KJ: Bagaimana hubungan Anda dengan Abaz?
Ferly: Abaz adalah teman dekat Papap. Dia bekerja di studio milik Papap.
KJ: Apakah Papap telah memulai project baru untuk band?
Ferly: Saya mendengar bahwa dia mulai pulih, namun saya tidak yakin kesehatannya telah seratus persen pulih.
KJ: Apakah Anda mempunyai peranan aktif dalam mendukung band-band yang masih muda?
Ferly: Tentu saja….
Popo: Karena banyak band-band muda yang dipengaruhi oleh Jasad. Apakah Anda ingat ketika saya bilang bahwa Jasad selalu mendukung band-band muda?
KJ: Ya, tentu saja. [KJ: Diskusi ini membuat Ferly sedikit tersipu, dia orang yang sangat rendah hati]
Ferly: Kami mengatakan pada mereka bagaimana menulis lagu-lagu death-metal yang bagus, dan bagaimana cara berpikir dengan cara death-metal.
KJ: Band apa yang paling sering kalian bantu?
Popo: Saya!
Ferly: Saya tidak merasa bahwa saya telah membantu band-band tersebut. Mungkin lebih dapat dibilang berbagi pengalaman, seperti yang saya bilang, membantu menciptakan musik death-metal yang bagus dan bagaimana membuat produksi dan rekaman.
KJ: Ferly, apakah kalian merasa bahwa kalian telah menjadi pengaruh bagi band-band yang lebih muda di sini?
Ferly: Kami tidak merasa demikian.
Popo: Saya belajar banyak dan Ferly telah banyak membantu. Dia mengajari saya tentang vokal.
Ferly: Saya tidak mengajarinya vocal, saya hanya mengatakan padanya untuk mendengarkan banyak lagu dari band-band dengan vokalis wanita.
Popo: Ferly sangat senang berbagi. [KJ: Kami berdua menikmati ketika membuat Ferly tersipu malu!] Dia tahu banyak mengenai beberapa band-band hebat di dunia.
Yuli: Seperti kamus!
Popo: Orang-orang memanggilnya “Ayah”.
Ferly: Ayah sama artinya dengan Papap.
Popo: dan Casper  [Tekhnisi Jasad dan manajer Bleeding Corpse] adalah anak pertama!
Ferly: Tanggal 3 Desember kami pergi ke Bangkok untuk Death Fest dengan Bleeding Corpse. Ini akan menjadi yang kedua kalinya.
Popo: Ketika Jasad mengundang saya untuk manggung, hal tersebut benar-benar merupakan pengalaman berharga, dan mereka mempromosikan band saya, sehingga sekarang banyak sekali orang tahu tentang saya dan Demons Damn. Pertunjukkan Jasad selalu sukses.
Ferly: Nggak lah…
Popo: Man [Jasad] mengenalkan saya kepada penonton. Saya tidak tahu mengapa Ferly meminta saya untuk melakukan performance untuk Jasad.
Ferly: Karena dia cewek cantik [semua tertawa*].
KJ: Apa cita-cita Anda untuk band ini?
Ferly: Kami ingin lebih bersenang-senang dalam band ini! Kami bermain band namun tidak terlalu serius! [Yuli tertawa*].
KJ: Ketika nanti Papap sudah pulih, apakah Anda akan meminta dia kembali bermain dalam band Anda?
Ferly: Saya pikir tidak
Yuli: Saya juga tidak
Popo: Formasinya akan tetap sama seperti sekarang, saya rasa.
KJ: Bagaimana menurut Anda jika band baru Papap membuka diri untuk Anda, seperti jika Six Feet Under membuka diri untuk Cannibal Corpse? Hahaha
Ferly: Secara personal, saya mendukung hal tersebut. Kami akan senang bila dia cepat pulih. Kami saat ini masih menunggu, tapi saya pikir kami akan bertemu dengan band barunya suatu saat nanti.
KJ: Bagaimana penggemar Anda merespon kehadiran Abaz?
Ferly: Sejauh ini baik-baik saja, karena Abaz dapat mengisi kekurangan yang ada. Abaz dapat bermain lebih baik dari Papap.
KJ: Bagaimana kemajuan album baru kalian?
Ferly: Kami mempunyai tujuh lagu baru, masih kurang tiga lagu, kami berencana membuat sepuluh lagu. Saya harap kami dapat memulai rekaman di bulan November.
KJ: Akankah masih digarap dengan Sevared Records?
Ferly: Masih Sevared Records.
KJ: Akankah ada perubahan dalam gaya musiknya?
Ferly: Tidak, gaya musiknya tidak berubah, namun konsepnya lebih ketat. Saya rasa di album ini konsepnya lebih agresif. Dia [Abaz] adalah pria muda, lebih memiliki banyak enerji.
Yuli: Lebih banyak “ledakan”….
Ferly: Itulah yang penting.
KJ: Kapan musik metal pertama kali masuk ke Indonesia?
Yuli: 1975.
KJ: Mengapa Anda berpikir bahwa music death-metal sangat populer di Bandung dan seluruh Indonesia?
Ferly: Saya rasa karena banyak sekali pertunjukan-pertunjukan musik metal di sini, banyak band-band death-metal memiliki lagu-lagu bagus di pertunjukkan, serta penampilan yang luar biasa di panggung. Saya tidak menyangka musik death-metal dapat menjadi besar seperti sekarang ini.
KJ: Ceritakan kepada saya mengenai gambaran death-metal di tempat kita berada saat ini, di Ujung Berung [Bandung Timur].
Ferly: Gambaran mengenai Ujung Berung yaitu tempat lahirnya band-band metal. Kebanyakan mereka bermain dengan baik dan mereka adalah band-band yang lebih muda dari kami…Mereka memiliki bakat yang luar biasa.
Yuli: Kami hanya ingin bersenang-senang
Ferly: Itu bukan jawaban yang pesimis tapi……
KJ: Seperti apa tipe fans band Anda?
Ferly: Kami tidak menyebut mereka fans, namun kami menyebut mereka sebagai teman, rasanya lebih dekat. Jika mereka disebut fans, sepertinya ada sesuatu yang membatasi.
KJ: OK, pertanyaan terakhir dari saya, apakah ada pesan untuk para penggemar Anda?
Yuli: Love your mum!
[Translation oleh Ruth Setiawati Wianto.]