Showing posts with label YOGYA CITY METAL (INDONESIAN). Show all posts
Showing posts with label YOGYA CITY METAL (INDONESIAN). Show all posts

Sunday, August 24, 2014

NEWS: Death Vomit album launching party, Monday 25 August @ DC Milk Cafe & Bar, Jln. Nologaten, Yogya

New Devo album Forging a Legacy was released today through Armstretch Records, 25/8/2014
Left to Right: Oki Devo, Jack Frost & Corna Irawan (then manager Devo) @ the monument featured in the Flames of Hate DVD, Central Yogya, October 2011
Left to Right: Corna Irawan, Oki Devo & Fandi Mala (Jogjakarta Corpsegrinder) @ Yogya beach, October 2011. In the distance, beyond where we can see, is Australia where Devo toured in September 2010.

Monday, July 14, 2014

NEWS: Death Vomit (Yogya) new album "Forging a Legacy" out 20-25 July 2014

Can't Wait Madafakeeerr !!! New Album OUT SOON!
Estimated Release date 20-25 of July 2014
DEATH VOMIT !!! "Forging A Legacy" CD and LP
(LP available in September 2014)
ARMSTRETCH RECORDS.


Rizky of Venomed (left) and Oki of Death Vomit listen to demo tracks of the new album @ Avila Studio, Yogya, October 2011.
Sofyan (left) and Oki of Devo with some band merch in Yogya
Left to Right: Oki (Death Vomit), Jack Frost (Busuk Webzine), and Cora Irawan (former band manager Devo) in Yogya, October 2011. This monument was seen on the Flames of Hate DVD.
Left to right: Corna Irawan, Nilu (Jogjanews.com), Japang, Jack Frost & Fandi Mala @ Yogya, October 2011
Left to Right: Corna, Oki & Fandi doing the "Marduk walk" @ Yogya Beach, October 2011
Left to Right: Oki, Jack, Corna and Fandi high up above Yogya Beach, October 2011
Jogjakarta Corpsegrinder community @ Avila Studio, Yogya, October 2011. Andria Higa is the guy sitting on the floor.
Warhammer - one of the talented young bands coming out of Yogya walking in the footsteps of the legends Devo

Thursday, September 19, 2013

CD REVIEWS : VENOMED 'REMOVAL'


VENOMED ‘REMOVAL’
Released by : Sulung Extreme Musick Records

Tracklist :
1. Helltro                                                     01.27
2. Victim, Supreme Brutality                           02.51
3. Worm In Throat                                        02.54
4. Pedjah Gesank                                         03.41
5. Rotting                                                   02.43
6. Jelaga Pembakaran                                   03.10
7. Jalang Murka Neraka                                 03.10
8. Raped by Snake                                       02.50
9. Blood Sucker                                           03.02
10. Suicide (Brutal Corpse cover)                   01.49

Line Up :
Pandu Mahendra – Vocals
Rizky – Guitars
Oki Haribowo – Additional Bass
Roy Agus – Drums

Akhirnya apa yang mereka nantikan selama ini telah termuntahkan juga, walaupun sempat mengalami banyaknya kendala yang harus mereka jalani namun ‘REMOVAL’ yang merupakan Debut Album Pertama mereka ini bisa terwujud juga. Debut album ini telah dirilis oleh Records dari Kota Samarinda yaitu Sulung Extreme Musick Records, yang berisikan 10 track lagu termasuk 1 Intro. Namun mereka juga telah memasukkan 3 lagu (demo 2009) ke dalam debut album ini yaitu : Rotting The Fetuses, Worm in Throat dan Suicide (Brutal Corpse cover). Tapi di Debut Album ini mereka hanya memakai judul lagu ‘Rotting’ tidak selengkap seperti yang di demo 2009....walaupun sound musiknya sama hanya beda typical vocals nya saja....entah apa alasannya, tapi dengar-dengar ada sedikit perubahaan dilirik lagunya. Venomed yang telah terbentuk ditahun 2008 ini sebelumnya juga telah memuntahkan Demo 2009 dan Unleashing The Seed Of Parricide Split 2010 (4 Way Split, Released in Thailand). Pada debut album ini mereka memakai Additional Bass yaitu Oki Haribowo yang mana dia juga merupakan member dari The Legend Band in Yogya yaitu Death Vomit. Slamming brutal death.....itulah genre yang mereka mainkan dan musick mereka is really fast, brutal and straight forward song. Sound mereka terdengar seperti adanya sentuhan dari Internal Bleeding dan Devourment namun mereka juga banyak meracik death metal riffs and pounding drums. The chugging riffs are there but these guys are more in the vein of Suffocation and the music is dark, heavy and angry. The vocals from ‘Pandu Mahendra’ are excellent death growls that are perfectly suited for the music. Skill permainan drums dari Roy Agus tidak perlu diragukan lagi dengan hyperblasting and double bass yang really sick, tempo yang lebih bervariasi dari awal sampai akhir lagu dan benar-benar sangat galak. Masuknya Oki sebagai additional bass di band ini membuat musik mereka menjadi more brutal and tight. Serta permainan gitar dari Rizky yang menampilkan fat riffs and groovy slam part are definitely what the band focus on. It’s hard to maintain the integrity and sound of a band when you only have one original member and in VENOMED’s case just the guitars has survived but i think that is not problem from him as long as he can share with others and somehow it all sound far more balanced and mature compared to the past material Demo 2009. The cover song ‘Suicide’ (Brutal Corpse cover) are much more exciting. Pada debut album ini, mereka benar-benar seperti mengarasemen ulang tapi tidak terlalu banyak perubahan yang signifikan hanya saja musiknya lebih kencang dan typical vocalnya juga berbeda. Ketika Venomed masih diperkuat oleh Benny pada posisi vocals yang mana typical vocalnya lebih cenderung ke low deep guttural dan sejak digantikan oleh Pandu Mahendra dari Brutal Corpse tentunya typical vocal menjadi lebih gahar alias death growls. So that’s the reason from them yang menjadikan debut album ini dan sound musiknya menjadi lebih fast and brutal.....tidak terlalu banyak slow parts yang biasanya dilakukan pada band-band slamming umumnya. The production sounds rather raw and unpolished, which is fine with me but still the guitars sound without any real depth and punch. And the drums tend to be a bit too high in the mix and that bury the guitars and bass. Tapi disini saya tetap menemukan bahwa album REMOVAL menjadi suatu kejutan yang menyenangkan. Overall is good, not too boring and the music diverse although the music mostly focuses on the fast and brutal also adds that extra something that make it a complete effort. So if you like brutal death with a good amount of slam and groove then i suggest you go and give REMOVAL a listen. Rating 8/10.

(Reviewed by : John Yoedi)


Thursday, August 8, 2013

INTERVIEW: My interview with NOTION BABY MURDER (Purwokerto, Central Java, Indonesia death-metal) (Bahasa Indonesian)

INTERVIEW WITH BUSUK WEBZINE 

Live at South of Grind
KJ1: Hai, bisakah kamu menceritakan sejarah awal terbentuknya band kalian hingga sekarang?

NBM1: awalnya band kami terbentuk pada tanggal 17 Februari 2011 , di awali dengan kebrutalan salah satu personil "IBENK" di Gitar 1 , serta teman setongkrongan di Goeboeg Basecamp "DANI" di Bass , dan "YOHAN" adik dari Ibenk yang mengisi di Drum . lalu muncul lah "EDOY" yang menjadi Vokalis kala itu , yang sekarang mengisi kekosongan di Gitar 2 , dan seiring berjalannya waktu , "HUDA" di Vokal masuk sebagai nyawa baru . line up bertahan hingga saat ini .

KJ2: Bagaimana respon orang-orang dengan mini album/album/demo band Kamu?

NBM2: responnya baik , dan sangat menyenangkan jika orang orang mendengar lagu kami , walaupun musik kita masih sederhana , hehe .
 
KJ3: Band apa yang paling berpengaruh bagi Kalian dalam bermain musik?

NBM3: ya kami suka Suffocation , Necrophagist , Spawn Of Possession , Fleshgod Apocalypse , Disavowed , Dream Theater , serta band lokal yang menurut kami berbahaya .

KJ4: Apa rencana kedepan kalian bersama band?

NBM4: rencana kita ke depan akan merancang sebuah album yang mungkin di awali dengan sebuah E.P terlebih dahulu .

KJ5: Apakah lagu-lagu yang kalian buat menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia. 

NBM5: kebanyakan lagu kita terbuat dari bahasa Indonesia , karna kita merasa belum puas mengorek habis indahnya berbahasa Indonesia . walaupun nama band kita berbahasa Inggris , hehe .

KJ6: Apa yang kalian ceritakan dalam lirik-lirik yang kalian buat? 

NBM6: lirik kita bertema tentang ketuhanan , agama , sosial , pengkhiatan serta diberi sedikit ramuan darah segar agar terlihat sadis , hehe .

KJ7: Mengapa kalian semua suka memainkan musik death-metal?

NBM7: simple aja , karna kita merasa lebih "LAKI" memainkan musik ini , hehe . yeahh , Death Metal is Cool men !
 
KJ8: Kapan pertama kali kamu menjadi fans band metal? 

NBM8: mungkin sejak SMP yah , hehe .
 
KJ9: Apa yang Kamu katakan kepada orang-orang yang bertanya mengapa Kamu memainkan musik bergaya barat?

NBM9: ya karna mungkin kita banyak belajar dari musik barat , dan sampai sekarang merasa terbiasa mengenai hal itu .

KJ10: Apakah para istri dan kekasih para personil kalian mendukung apa yang kalian kerjakan? 

NBM10: ya mereka sangat mendukung , dan enggan untuk melarang kami jadi keren , hehe .

KJ11: Apakah hal-hal yang terbaik dan terburuk tentang komunitas di kota kalian?

NBM11: hal baiknya , mereka sangat antusias dengan event yang terselenggara , juga mereka sangat solid . kalo hal buruknya mungkin ya masih banyak aja yang berantem di suatu acara .

KJ12: Rencana apa yang kalian buat bersama band untuk kedepannya?

NBM12: rencana kami ke depan insya Allah , akan membuat album , dan menjajah setiap panggung yang memberi kesempatan pada kami untuk memperlihatkan hasil karyanya serta di nikmati banyak orang .

KJ13: Di acara apa kalian merasakan, itu stage yang berkesan?

NBM13: di acara Purwokerto Metal Fest . karna kita disana merasa seperti bayi yang berambisi untuk membunuh .

KJ14: Ada pesan untuk kawan kawan?

NBM14: pesan kami , jangan pernah puas untuk berkarya , karna perubahan ada di tangan kita , mari kita berbuat baik dan berguna .

KJ15: OK, terima kasih banyak




Wednesday, October 3, 2012

INTERVIEW: My interview with Gre, Gaps & Punto of EXHUMATION (death-metal, Yogyakarta, Central Java, Indonesia) (Bahasa Indonesian)


My interview with Gre, Gaps & Punto of EXHUMATION (death-metal, Yogyakarta, Central Java, Indonesia)
By Dr Kieran James (BUSUK WEBZINE & University of Southern Queensland)
Online interview, 9 September 2012

EXHUMATION (YOGYA BRUTAL DEATH)
KJ1: Hai, bisakah kamu menceritakan sejarah awal terbentuknya band kalian hingga sekarang?

Gaps: Kami memulai perjalanan kami di tengah tahun 2008, yah mungkin waktu yang cukup singkat untuk dikatakan sebuah band. Dengan line-up awal Gaps (Gitar+Vokal), Gre (Bass), Kusnan (Gitar),dan posisi drummer untuk live-session saja. Demo pertama kami keluar tahun 2009, tapi kami merasa masih banyak mengalami kekurangan dalam hal materi maupun referensi. Akhirnya kami putuskan untuk mencari temen baru di exhumation, Punto (vokal) masuk tahun 2010. Atmosphere baru, formasi baru, menambah sisi Epic buat kami. Finally, dengan masuk nya Agung (Additional Drum) kami lebih matang dalam penggarapan materi (hail Agung).

KJ2: Bagaimana respon orang-orang dengan mini album/album/demo band Kamu?

Punto: "Hymn To Your God" mendapatkan respon yang positif dari teman-teman dekat kami maupun orang-orang yang belum kami kenal, mereka memberikan apresiasi dengan membeli CD kami.Hal yang menyenangkan bagi kami, ketika hasil kerja keras kami dihargai oleh orang-orang.Bahkan ada juga orang-orang diluar jogja yang memberikan respon positif untuk debut album kami.

Gaps: Semua nya ngasih feedback dan comment yang positif sir, temen-temen dari jogja/luar merelakan gocek/receh mereka untuk membeli debut album kami, dateng ke pesta kecil-kecil an launching kami, that was awesome! Thanks people.

Gre: Karena ini adalah debut pertama kami, respon terhadap "Hymn To Your God" sudah merupakan hal baik untuk memberi kami motivasi kedepannya. banyak support, banyak pelajaran, semoga dapat membekali kami untuk materi/album berikutnya.

KJ3: Band apa yang paling berpengaruh bagi Kalian dalam bermain musik?

Gaps: kami berlima datang dari dunia, iklim dan suasana yang berbeda sir, so mungkin keyakinan temen-temen seperjuangan di Exhumation punya pakem sendiri/dan jelas kami mempunyai selera yang berbeda-beda dalam memilih influence dan referensi, tapi Exhumation tidak mempunyai batasan untuk memilih 'musik' mana yang harus kami telan, boleh berbeda tapi tetap 'ingat' saja. Karena saya yakin temen-temen sudah mempunyai komitmen "tidak lari dari konteks, dan esensi musik Exhumation" Tapi kemarin saya baru mendengarkan hal yang seru; Ancestors - Invisible White, Nachtmystium - Assassins Black Meddle Pt.
 
Gre: Tidak ada batasan ataupun patokan band yang mempengaruhi kami dalam bermain musik. walaupun memang ada beberapa dari mereka yang mendengarkan menyebut kami NILE, VADER, -nya jogja. sebutan yang menurut saya terlalu berat. exhumation memang memainkan death metal, namun sub genre yang kami pilih adalah atmosphere for the verses and riff.

Punto: Banyak sekali band-band yang mempengaruhi kami dalam bermain musik, tak hanya dari death metal saja, bahkan black, heavy, Thrash, doom, ataupun neofolk bisa mempengaruhi kami dalam bermain musik.Tetapi kami punya porsi dan tolak ukur tersendiri dalam menentukan arah musik Exhumation.

KJ4: Apa rencana kedepan kalian bersama band?

Gre: Album baru. tidak ada hal lain yang menurut kami pantas untuk masuk dalam fokus rencana kami selain album. namun masih sebatas bayangan saja. yang pasti materi baru sudah mulai kami garap.

Punto: Terus mencoba menambah materi baru, dan semoga terwujud album baru.

Gaps: Simple sir, hanya membuat album baru. Kami tidak mempunyai rencana khusus yang lain. Karena kami mungkin terlalu malas untuk berurusan dengan skema rencana dunia band terlalu 'wah' buat kami. Kami cuman tidak mau hasil dari 'rencana' tadi nihil dan jauh dari ekspetasi kita, so kita hanya melakukan seadanya saja. Dig it more and more new material, tanpa harus ber-planning berlebihan.

KJ5: Apakah lagu-lagu yang kalian buat menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia.

Punto: Sejauh ini menggunakan Bahasa Inggris.

Gaps: Sejauh ini Bahasa Inggris, semoga besok bisa bahasa lain, haha.
 
Gre: hanya bahasa inggris saja

KJ6: Apa yang kalian ceritakan dalam lirik-lirik yang kalian buat?

Gaps: The depth of darkness

KJ7: Mengapa kalian semua suka memainkan musik death-metal?

Punto: Kami punya pilihan dan arah tersendiri untuk Exhumation, mungkin untuk Exhum sendiri bisa saya bilang,"death make us whole".

Gaps: Do you like breathing? jelas sir, kami selalu mencoba untuk tidak hanya memainkan musik ini saja tapi lebih untuk memahami nya. Karena mungkin kita berpikir, kita berlima hanya metalhead yang bermain musik, bukan musisi yang punya skill lebih dan mungkin berlebihan untuk memainkan musik ini. So, mengutip kalimat sahabat saya. . Only DEATH is real.

Gre: Sebenarnya kami mempunyai kesukaan masing-masing. tapi dari sekian banyak musik yang kami sukai dan kami dengar, death metal selalu tidak luput dari yang kami sukai. bahkan death metal seperti porsi yang berbada dari yang lainnya. karna hal tersebut, jadi kami memutuskan memainkan death metal untuk exhumation.

KJ8: Kapan pertama kali kamu menjadi fans band metal?

Gre: SMA

Punto: SMA

Gaps: SMA

KJ9: Apa yang Kamu katakan kepada orang-orang yang bertanya mengapa Kamu memainkan musik bergaya barat?

Gaps: Barat? sebelum nya kami berterima kasih atas pendapat temen-temen tentang Exhumation kalau mereka menyebut musik kami bergaya barat. Tapi jujur, Kami mixed semua genre dan kami tidak membatasi distrik, entah itu dari barat, timur, selatan, atau utara. Kami mixed semua asal tidak lari dari konteks dan kontent saja.

Punto: Berawal dari menjadi pendengar dan kemudian menggemari musik extreme metal membawa saya sampai sekarang ini, saya sendiri tak pernah membatasi distrik, semua ada porsi nya sendiri-sendiri, antara kebudayaan asli dan kebudayaan dari luar, dan saya enjoy akan hal ini, semua orang punya pilihan akan jalannya.Kita hidup diatas kaki kita sendiri, nikmati pilihan, lakukan apa yang harus dilakukan. Saya tak begitu memperdulikan apa yang orang katakan, saya lakukan berdasarkan basic, rule, dan hal yang saya ketahui.Saya memainkan musik entah bergaya barat, timur, utara, ataupun selatan, semua sama saja bagi saya, hal yang terpenting menurut saya ialah, tetap lah berpedoman pada basic ataupun root dari musik yang kita mainkan.Itu sangatlah penting, mengingat musik yang kita mainkan memang bukan budaya asli kita. Dan selama kita mengerti apa yang kita lakukan/mainkan, dan kita enjoy akan hal itu, why not?

Gre: Nah ini saya bingung. bagi saya musik sangat luas. dan istilah 'bergaya barat' saya rasa tidak bisa dipatenkan di musik metal. hanya saja jika ada yang menanyakan hal seperti itu, saya pasti akan menjawabnya simpel. death metal harus dipelajari lebih dari berbagai sisi, dari pemahaman, dari memainkan, dll. seperti folder di PC saya 'wajib dipelajari' 

KJ10: Apakah para istri dan kekasih para personil kalian mendukung apa yang kalian kerjakan? 

Gaps: Sayang sekali saya single. Jadi, tidak ada kekasih maupun istri yang mendukung saya, tapi mungkin kekasih orang lain pernah membantu saya, haha.

Punto: Ya mereka mendukung.

Gre: sangat-sangatt mendukung

KJ11: Apakah hal-hal yang terbaik dan terburuk tentang komunitas di kota kalian?

Gaps: Sejauh ini baik-baik saja. Thanks people!

KJ12: Rencana apa yang kalian buat bersama band untuk kedepannya?

Gre: Waton ngglinding saja. walaupun sambil gojek, yang penting berkarya. 

Gaps: Tanpa menambah kekusyukan dalam menjawab pertanyaan ini, kita hanya berencana esok hari bisa menambah referensi baru dan bikin lagu baru.

Punto: Menambah materi dan menambah materi, hanya itu saya rasa. Nothing to prove, kami hanya ingin mendokumentasikan hasil karya kami.Kami tak ingin hanya bersenang-senang saja tanpa hasil, yaa walaupun Exhum sendiri adalah tipe band yang tidak terlalu serius, dalam artian kendala kesibukan masing-masing personilnya membuat kami tidak bisa benar-benar fokus ataupun mengabdikan diri kami untuk band ini.Ditambah lagi Exhum sendiri tak mungkin akan selamanya ada, maksud saya adalah, pasti ada suatu titik, atau saat, dimana band ini (Exhum) sudah sampai pada saatnya (Bubar).Pada saat hal itu terjadi, at least kami punya karya untuk dikenang.Karna saya rasa sejarah tak akan sudi mencatat berapa kali suatu band tampil diatas panggung atau sehebat apa band tersebut.Hasil karya sebuah band adalah bukti fisik/nyata tentang keberadaan sebuah band tersebut, dan itu bisa dikenang sepanjang masa.

KJ13: Di acara apa kalian merasakan, itu stage yang berkesan?

Punto: Saat launching "Hymn To Your God", semua tumpah ruah menjadi satu,hasil kerja keras kami dan teman-teman semua terbayar sudah, satu stage bersama teman-teman kami, bersenang-senang bersama,sangat berkesan sekali bagi kami.

Gaps: Album launching kemarin. WOW! All mixed genre, dan rasa nya seperti panen raya sir. Jeri payah kami dan jeri payah dari temen-temen deket kami terbayar lunas tuntas dengan ada nya album Hymn To YOur God dan Album launching kemarin. Thanks jon, ple, dab.
 
Gre: Saya yakin, dari saya sendiri dan teman-teman yang lain pasti akan menjawabnya di stage launching album kami bulan mei kemarin. pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya. dibantu oleh kerabat-kerabat dekat kami, dan bahkan dari mereka juga mau ikut mengisi acara launching.

KJ14: Ada pesan untuk kawan kawan?

KJ15: OK, terima kasih banyak
 
Gaps: All hails to Busuk Webzine, Thanks KJ.
 
Punto: My pleasure. Thanks KJ.

Gre: Sukses terus buat Busuk Webzine!

JOGJAKARTA CORPSE GRINDER community, AVILA STUDIO, 12/10/2011



Tuesday, September 11, 2012

PICTURE GALLERY: DEATH VOMIT (JOGJAKARTA) & JOGJAKARTA CORPSE GRINDER community pictures


OK, Roy (DEVO) wanted to take this picture! This is me and the metal chicks of Yogya - Corna sister, Roy's wife, Nilu, a friend, me (Kieran James). 
Oki (DEATH VOMIT bassist) outside AVILA STUDIO in Yogya, 13/10/2011
JOGJAKARTA CORPSE GRINDER COMMUNITY, AVILA STUDIO in Yogya, 12 October 2011, Andria Higa sitting on floor.
Oki (DEATH VOMIT) with Rizky of VENOMED, 12 October 2011
Rizky and Oki listen to new demo recordings of DEVO album at AVILA STUDIO, 12 October 2011
Proud father Roy Agus (DEVO drummer) with baby son in the hospital in Yogya, 12 October 2011
Oki (DEVO), Kieran James (BUSUK WEBZINE) and Corna Irawan (then DEVO band manager), Central Yogya, 13 October 2011
Corna Irawan, Ms Nilu (Jogjanews.com music journalist), Japang (punk rock singer), Kieran James, Fandi Mala (metalhead & friend of everyone), Central Yogya, 13 October 2011
BAD BOYS RUNNING WILD: MARDUK walk, Corna, Oki & Fandi, Yogya beach, 13 October 2011
FOOLING AROUND AT YOGYA BEACH: Kieran & Oki, 13 October 2011
Oki, Kieran, Corna, Japang, Yogya Beach, 13 October 2011
Nilu, Japang, Fandi & Oki, Yogya Beach, 13 October 2011
JOGJAKARTA CORPSE GRINDER COMMUNITY: Oki (DEVO), friend, Jay (DEADLY WEAPON, white shirt), Agung (DETRITIVOR), Aryo (DEADLY WEAPON), Dimex (DETRITIVOR), 13 October 2011
Agung (DETRITIVOR), Aryo (DEADLY WEAPON), Dimex (DETRITIVOR with Gene Simmons' tongue), Adin (WARHAMMER), Obet (CRANIAL INCISORED), Yogya, 13 October 2011
Oki in scary pose in Catholic hospital in Yogya, 12 October 2011
Dimex (DETRITIVOR), Obet (CRANIAL INCISORED), Halim (CRANIAL INCISORED), Kieran James, (BUSUK WEBZINE), 13 October 2011. 
FOOLING AROUND IN YOGYA - Sofyan Hadi & Oki Haribowo, 11 October 2011. Nenx (GIRLZEROTH) names Oki most handsome man in metal!

Saturday, June 2, 2012

INTERVIEW: Wawancara saya bersama Jay (vocal) dan Aryo (drums) dari DEADLY WEAPON (Yogyakarta, Indonesia grindcore) (Bahasa Indonesian)


Oki DEATH VOMIT, friend, Jay DEADLY WEAPON (putih kaus), Agung DETRITIVOR, Aryo DEADLY WEAPON, Dimex DETRITIVOR, Yogyakarta, 13 Oktober 2011
Wawancara saya bersama Jay (vocal) dan Aryo (drums) dari DEADLY WEAPON (Yogyakarta, Indonesia grindcore)

Oleh Dr Kieran James (University of Southern Queensland)

Wawancara pribadi di: rumah makan di belakang studio Avila, Yogyakarta, 13 Oktober 2011

Penerjemah oleh Oki dari DEATH VOMIT

DEADLY WEAPON adalah: Jay (vocal), Aryo (drums), Made (Guitar), dan Ndandul (Bass).

Kieran (BUSUK) & Jogja Corpse Grinder community

Kieran James: Hi Jay dan Aryo, terima kasih telah bersedia untuk melakukan wawancara dengan saya untuk proses buku Indonesian death-metal. Pertama-tama bisakah kamu menceritakan tentang formasi dan sejarah dari band?

Jay DEADLY WEAPON: Sebenarnya kita terbentuk pada tahun 2009 tapi personil yang masih bertahan hingga sekarang dari formasi pertama hanya Aryo. Ketiga orang lainnya baru. Kita memainkan musik death-metal [awalnya] lalu kita membuat bentukan baru sekitar Juni 2011 dengan tiga personil baru [dan] dengan konsep yang baru. Dari death-metal kita rubah menjadi grindcore.

KJ: Ah, pasti kamu tau pertanyaan apa yang akan saya tanyakan selanjutnya (ini pekerjaan mudah): kenapa kamu berubah menjadi grindcore?

Jay: saya tidak tau. Mungkin karena kita semua menyukai grindcore. Kita banyak mengubah musik kita.

KJ: dimana saja kalian pernah bermain?

Jay: Banyak tempat di Yogya, [dan] dua minggu yang lalu kita pergi ke Jakarta.

KJ: Apa yang menjadi pengaruh utama untuk gaya grindcore kalian?

Jay: Dari Sweden ROTTEN SOUND, gaya Swedish [KJ: sebenarnya band ini berasal dari Finlandia]. Mereka berbeda dari NAPALM DEATH, sedikit lebih bebeda.

KJ: apakah ada dari death-metal yang mempengaruhi?

Aryo: MISERY INDEX [Baltimore, MD, USA].

KJ: berapa usia kamu?

Jay: 23.

Aryo: 24.

KJ: hal baik apa yang ada di scene Yogya?

Aryo: saya rasa scene Yogya perkembangannya cepat karena disini ada banyak komunitas seperti di scene metal kita punya Jogjakarta Corpse Grinder.

KJ: apakah kamu merasa bahwa kamu bagian dari scene death-metal?

Jay: hanya sedikit.

KJ: masalah apa yang ada di scene Yogya?

Jay [penerjemah untuk jawaban ini oleh OKI]: menurut saya pribadi,kita hanya sedikit lebih terbagi, jadi ketika band hardcore bermain dalam scene metal atau band metal bermain dalam scene hardcore, orang-orang hardcore tidak terlalu antusias pada death-metal dan orang-orang death-metal pada hardcore tidak terlalu antusias. Tapi kita tetap saling menghargai.

KJ: kenapa orang Indo sangat menyukai musik death-metal?

Jay: saya tidak tau bagaimana menjawabnya [tertawa].

KJ: kenapa kamu suka memainkan grindcore?

Jay: hanya karena kita menyukai dan mencintainya.

Aryo: sebenarnya kita tidak memilih grindcore; grindcore memilih kita untuk memainkannya.

KJ: lirik seperti apa yang kamu nyanyikan?

Jay: sedikit tentang politik, paling banyak tentang kehidupan social, seperti itu...

KJ: politik yang seperti apa?

Jay: politik Indonesia. Kita punya lagu yang berjudul “Corrupted” dan itu menjelaskan situasi politik di Indo.

KJ: apakah lirik yang kamu mainkan berbeda ketika kamu terakhir memainkan death-metal?

Jay: lirik kita tentang gore ketika kita memainkan death-metal.

KJ: apakah kamu menulis lirik?

Jay: Ya, semuanya.

KJ: apa pendapat keluargamu tentang kamu yang memainkan musik grindcore?

Jay: mereka mendukung saya. Keluarga kita masing-masing memberi dukungan.

KJ: OK, jika seseorang (bukan saya) berkata “kamu orang Indonesia mengapa memainkan musik barat?” apa yang akan kamu jawab?

Jay: ini pertanyaan sulit [tertawa]. Saya benar-benar tidak tau bagaimana menjawabnya.

KJ: apa tujuan utama atau rencana yang kalian punya untuk band?

Jay: Mungkin tujuan utama membuat grindcore lebih diterima oleh orang-orang seperti halnya hardcore dan death-metal [yang diterima oleh orang-orang]. Hanya ada beberapa band grindcore yang saya ketahui dibandingkan band hardcore dan metal. Tujuan utama kita membuat grindcore lebih diterima.

KJ: adakah lagu yang sudah kalian rekam?

Jay: kita sudah punya enam lagu. Kita punya rencana untuk membuat album, mungkin dalam akhir tahun ini [2011] atau awal tahun depan. Kita masih belum tau judulnya.

KJ: adakah Negara atau tempat yang ingin kalian datangi untuk bermain?

Aryo: Czechoslovakia, rumah untuk grindcore. [KJ: pada 1 January 1993 negara tersebut terpecah menjadi Czech Republic dan Slovakia.]

Jay: Mungkin Jepang, mungkin.

KJ: pertanyaan terakhir: Ada pesan untung penggemar DEADLY WEAPON?

Jay: Stay grind!

Aryo: Keep support!

KJ: Terimakasih banyak dan juga terima kasih Oki.

[KJ: Wawancara ini menunjukan personil DEADLY WEAPON awalnya malu-malu tapi kemudian mereka memberikan jawaban yang sangat detil. Tampaknya mereka sangat nyaman pada proses wawancara karena mereka tetap tinggal dirumah makan untuk wawancara dengan DETRITIVOR, GENITAL CAVITY, dan  CRANIAL INCISORED. Terutama Jay yang membantu memberikan beberapa komen extra untuk wawancara selanjutnya. Wawancara GENITAL CAVITY dan CRANIAL INCISORED telah di publikasi pada situs ini.]

Oki (DEATH VOMIT), Kieran (BUSUK), Corna (DEVO MANAGER), Yogya, 13 Okt 11
Corna, Corna's sister, Oki (DEATH VOMIT), Roy Agus (DEATH VOMIT), 12 Okt 2011